-
John Herdman memulai karier pelatih usia muda dan memiliki lisensi UEFA sejak umur 20.
-
Pelatih asal Inggris ini sukses membawa Kanada dan Selandia Baru berprestasi di kancah dunia.
-
Ambisi besar Herdman kini fokus membawa Timnas Indonesia menuju level tertinggi sepak bola internasional.
Suara.com - Pelatih baru Timnas Indonesia yaitu John Herdman menceritakan perjalanan kariernya yang sangat inspiratif sejak masa muda.
Juru taktik asal Inggris tersebut sudah memulai langkah di dunia kepelatihan bahkan sebelum genap berusia dua puluh tahun.
Keputusan besar diambil oleh John Herdman untuk meninggalkan mimpi menjadi pemain profesional demi menekuni peran di balik layar.
Langkah ini diambil karena ia merasa kemampuannya di lapangan hijau tidak cukup kompetitif untuk bersaing di level tertinggi.
Ketekunan luar biasa membuat pria kelahiran Inggris ini berhasil mengantongi lisensi kepelatihan resmi dari UEFA pada usia muda.
"Saya memulai kepelatihan saya pada usia 17 tahun. Kemudian saya mendapat kualifikasi pertama saya pada usia 18 tahun. Lisensi UEFA saya pada usia 20 tahun," kata Herdman di YouTube Timnas Indonesia.
Obsesi tersebut mendorong dirinya untuk terus berkembang dan mencoba tantangan baru di luar negara asalnya sendiri.
Semangat yang tinggi membuat Herdman memberanikan diri membawa filosofi sepak bolanya melintasi berbagai benua dan budaya yang berbeda.
Ia percaya bahwa dedikasi total adalah kunci utama dalam membangun fondasi sebuah tim nasional yang sangat kuat.
Baca Juga: Fajar Fathurrahman Gabung Persija Jakarta Ambisi Amankan Slot Skuad Garuda Asuhan John Herdman
Rekam jejak kepelatihan John Herdman terbukti sangat menjanjikan dengan berbagai catatan manis di kancah internasional yang bergengsi.
Selandia Baru menjadi tempat awal bagi dirinya untuk membuktikan kapasitas sebagai pelatih berkualitas di level dunia.
Ia berhasil membawa tim nasional putri Selandia Baru menembus putaran final Piala Dunia Wanita pada edisi 2007 dan 2011.
Tidak hanya di level Piala Dunia, Herdman juga sukses mendampingi tim tersebut dalam ajang bergengsi Olimpiade Beijing 2008.
Prestasi ini membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu pelatih berbakat yang memiliki visi taktis yang sangat tajam.
Kehebatan Herdman dalam meramu strategi kemudian menarik perhatian Federasi Sepak Bola Kanada yang langsung meminang jasa dirinya.
Bersama tim nasional putri Kanada, ia berhasil mempersembahkan dua medali perunggu pada Olimpiade London 2012 dan Rio 2016.
Ia juga membawa Kanada merengkuh gelar juara dalam ajang Pan American Games pada tahun 2011 yang sangat membanggakan.
Tantangan lebih besar kemudian datang saat ia dipercaya untuk memimpin skuad putra Kanada yang dihuni banyak pemain bintang.
Generasi emas Kanada seperti Alphonso Davies dan Jonathan David berkembang pesat di bawah pengawasan serta kepemimpinan tangan dinginnya.
Prestasi fenomenal lainnya adalah saat ia berhasil meloloskan tim putra Kanada ke putaran final Piala Dunia 2022 lalu.
Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang masyarakat Kanada selama tiga puluh enam tahun untuk kembali ke panggung dunia.
Terakhir kali Kanada berpartisipasi di Piala Dunia adalah pada tahun 1986 saat ajang tersebut digelar di negara Meksiko.
Meskipun ia berperan dalam kelolosan Kanada ke Piala Dunia 2026, posisinya kemudian digantikan oleh sosok pelatih Fabio Cannavaro.
Pergantian tersebut resmi dilakukan oleh pihak otoritas sepak bola Kanada pada bulan Oktober tahun 2025 yang lalu.
Kini babak baru dimulai bagi John Herdman yang telah resmi menerima tantangan untuk menakhodai skuad Timnas Indonesia.
Ia memiliki visi besar untuk membantu perkembangan sepak bola tanah air agar bisa bersaing di level yang tinggi.
Herdman merasa bahwa gairah sepak bola di Indonesia sangat luar biasa dan memiliki potensi besar untuk segera bangkit.
Target utamanya adalah meninggalkan warisan berharga dengan membawa Garuda mencapai prestasi yang belum pernah diraih sebelumnya secara global.
Keyakinan ini muncul karena ia melihat adanya kesiapan dari seluruh elemen sepak bola Indonesia untuk bergerak maju sekarang.
Komitmen Herdman untuk memberikan yang terbaik diharapkan mampu mengubah wajah Timnas Indonesia dalam waktu yang relatif singkat.
Pengalaman internasional yang luas akan menjadi modal berharga bagi para pemain lokal dalam menyerap ilmu sepak bola modern.
Seluruh pendukung sepak bola Indonesia kini menaruh harapan besar di pundak pelatih yang sangat obsesif terhadap kemenangan ini.
Semoga kolaborasi antara taktik Eropa dan talenta lokal Indonesia dapat membuahkan hasil manis di turnamen internasional mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya
-
Fadly Alberto Siap Terima Sanksi Tegas dari Komite Disiplin PSSI
-
Cerita Legenda Barcelona di Jakarta: Blusukan ke Kota Tua, Terpesona Wayang dan Topeng
-
Persib Bandung Ditahan Dewa United, Ini Respon Santai Eliano Reijnders
-
Elkan Baggott dan 2 Pemain Abroad Lain yang Bisa Main di Liga Elite Eropa Musim Depan
-
Debut bersama Liverpool, Freddie Woodman Tidak Menyangka Langsung di Derbi Merseyside
-
Persib Kebobolan 4 Gol dalam 2 Laga, Ini Kata Bojan Hodak
-
Lamine Yamal Berhasil Samai Johan Cruyff
-
Superkomputer Prediksi Juara Liga Inggris Musim Ini, Arsenal atau Manchester City?