-
Amar Brkic kini menjadi bek kiri andalan Darmstadt U-19 di kompetisi Liga Jerman.
-
Meski berganti posisi Amar tetap produktif dengan mencatatkan tiga assist musim ini.
-
Masa depan internasional Amar Brkic masih terbuka meski pernah membela Timnas Indonesia.
Suara.com - Talenta muda berbakat asal Indonesia Amar Brkic kembali mencuri perhatian publik sepak bola tanah air.
Pemain yang lahir di Frankfurt ini sedang menunjukkan grafik performa yang sangat impresif di Jerman.
Saat ini ia sedang meniti karier profesionalnya bersama skuad muda Darmstadt U-19 di kompetisi lokal.
Ketekunan Amar dalam menimba ilmu di benua biru menjadikannya salah satu aset diaspora yang menjanjikan.
Konsistensi bermain di level kompetisi usia muda Eropa memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan teknis sang pemain.
Catatan statistik menunjukkan bahwa Amar hampir selalu menjadi pilihan utama dalam daftar susunan pemain.
Dari total dua belas pertandingan yang dijalani Darmstadt musim ini ia hanya absen satu kali.
Satu-satunya momen ia tidak berada di lapangan adalah saat timnya berhadapan dengan FC Kaiserslautern U-19.
Selebihnya Amar selalu dipercaya untuk mengawal permainan tim di atas lapangan hijau secara reguler.
Baca Juga: Selamat Tinggal Erspo? Timnas Indonesia Segera Punya Jersey Baru
Frekuensi bermain yang tinggi ini membuktikan kepercayaan besar pelatih terhadap kapasitas fisik dan mentalnya.
Ada hal menarik yang terjadi pada perkembangan taktis pemain kelahiran 11 Juni 2007 tersebut musim ini.
Meskipun posisi aslinya adalah gelandang serang kini ia mendapatkan peran baru yang cukup mengejutkan.
Tim pelatih Darmstadt U-19 saat ini lebih sering menempatkan Amar sebagai pemain di posisi bek kiri.
Perubahan peran ini menuntut adaptasi tinggi dalam hal bertahan tanpa menghilangkan naluri menyerang alaminya.
Fleksibilitas posisi ini justru memperkaya kemampuan taktiknya sebagai pemain sepak bola modern yang serbabisa.
Meski kini lebih banyak beroperasi di area pertahanan kontribusi ofensifnya sama sekali tidak menurun drastis.
Hingga saat ini Amar tercatat sudah mengemas sebanyak tiga assist dari sebelas penampilan yang dilakoninya.
Angka tersebut menjadi bukti valid bahwa ia masih sangat berbahaya saat membantu skema penyerangan tim.
Umpan-umpan akurat dari sisi sayap kini menjadi senjata baru yang ia tawarkan untuk memecah kebuntuan.
Eksplosivitasnya di sisi kiri lapangan memberikan dimensi permainan yang lebih berwarna bagi skuat Darmstadt U-19.
Pemain dengan postur tubuh 170 cm ini tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat mementingkan pendidikan.
Kedua orang tua Amar merupakan praktisi kesehatan yang berprofesi sebagai dokter di wilayah Jerman.
Darah Bosnia mengalir dari sang ayah sementara sang ibu merupakan sosok perempuan asal Kebumen.
Ibu Amar juga dikenal aktif dalam organisasi sebagai ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah yang berada di Jerman.
Dukungan penuh keluarga menjadi faktor kunci di balik keberhasilan Amar tetap fokus di dunia sepak bola.
Langkah awal Amar di dunia sepak bola dimulai dengan memperkuat beberapa klub lokal di sekitar Frankfurt.
Ia tercatat pernah mengenakan seragam klub Blau-Gelb dan juga memperkuat tim junior Rot-Weiss Frankfurt.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut saat ia memutuskan untuk menimba ilmu di akademi Kickers Offenbach.
Potensi besarnya kemudian dilirik oleh salah satu akademi terbaik di Jerman yaitu klub Hoffenheim.
Amar tercatat menghabiskan waktu selama dua tahun di Hoffenheim mulai dari tahun 2022 hingga 2024.
Bakat luar biasa Amar akhirnya tercium oleh tim kepanduan bakat dari tanah air beberapa waktu lalu.
Walaupun memiliki peluang membela Jerman atau Bosnia ia memantapkan hati memilih seragam merah putih Indonesia.
Kesempatan besar datang saat ia dipanggil masuk ke dalam skuat Timnas Indonesia U-17 pada tahun 2023.
Ia menjadi bagian penting dari sejarah saat Indonesia bertindak sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-17.
Pengalaman bertanding di level dunia tersebut semakin mematangkan mentalitas bertandingnya saat kembali ke kompetisi Jerman.
Sepanjang turnamen bergengsi tersebut Amar mendapatkan kesempatan bermain dalam dua pertandingan fase grup yang krusial.
Kehadirannya di lini tengah memberikan variasi serangan bagi skuat Garuda Muda yang kala itu berjuang keras.
Kontribusinya di lapangan hijau mendapat apresiasi tinggi dari para penggemar sepak bola di tanah air.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan performanya banyak pihak mulai berspekulasi mengenai masa depan internasionalnya.
Namun hingga saat ini sang pemain dikabarkan belum memberikan keputusan final terkait negara mana yang dibelanya.
Situasi ini wajar mengingat usianya yang masih sangat muda dan potensi besarnya untuk berkembang lagi.
Fokus utamanya saat ini tetaplah memberikan performa terbaik bagi Darmstadt di kompetisi Bundesliga U-19 Jerman.
Publik Indonesia tentu sangat berharap agar Amar tetap konsisten dan terus membawa nama harum bangsa.
Kualitas yang ia tunjukkan saat ini diharapkan bisa membawa timnya meraih prestasi terbaik di akhir musim.
Perjalanan panjang masih membentang di depan mata bagi seorang Amar Rayhan Brkic untuk menjadi bintang dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Komite Wasit Pastikan Dua Gol Dewa United ke Gawang Persib Sah
-
Dirtek FC Emmen Sebut Hidup Tim Geypens Hancur Gara-gara Skandal Paspor
-
John Herdman Full Senyum, Gelandang Kreatif Incaran Kirim Sinyal Positif
-
AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Akhirnya Comeback dari Cedera Panjang, Main 45 Menit di AS Trencin B
-
Surplus Striker Persib Bandung, Bojan Hodak Pusing Tentukan Penyerang Lawan Arema FC
-
Waspada! Meksiko Bongkar Modus Operandi Jaringan Penipuan Tiket Mahal Piala Dunia 2026
-
John Herdman Berpotensi Diperkuat Pemain Keturunan Jerman Eks Bayer Leverkusen?
-
Permainan Indah Persija Tak Bertuah, Mauricio Souza Gerah: Kami Harus Bisa Cetak Gol!
-
Persib Bandung di Puncak Klasemen, Bojan Hodak Lempar Analogi Pistol Soal Persaingan Gelar