-
CAS menangguhkan sanksi 12 bulan terhadap tujuh pemain naturalisasi timnas sepak bola Malaysia.
-
FIFA sebelumnya mendenda FAM Rp7,5 miliar akibat dugaan pemalsuan dokumen pemain kualifikasi.
-
Tujuh pemain kini boleh bertanding kembali sambil menunggu putusan final dari pengadilan.
Suara.com - Kabar gembira menghampiri dunia sepak bola Malaysia setelah tujuh pemain naturalisasi mereka mendapatkan kepastian hukum.
Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS secara resmi memberikan penangguhan sementara terhadap hukuman larangan bertanding satu tahun.
Langkah ini diambil guna merespons banding yang diajukan oleh pihak Federasi Sepak Bola Malaysia terkait sanksi FIFA.
Situasi ini membuat para pemain yang sebelumnya terancam absen lama kini bisa bernapas dengan lega.
Mereka diperbolehkan untuk kembali berkompetisi secara aktif di berbagai level turnamen sepak bola profesional internasional.
Pihak otoritas hukum olahraga tertinggi tersebut menilai perlu adanya peninjauan ulang sebelum vonis final ditetapkan nanti.
Secara otomatis, hukuman yang sebelumnya telah diketuk oleh FIFA tidak lagi berlaku untuk sementara waktu.
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyambut baik keputusan ini melalui pengumuman resmi di kanal media sosialnya.
Kutipan resmi FAM menyebutkan status terkini para atlet tersebut dengan sangat jelas dan terperinci kepada publik.
Baca Juga: Kenapa 7 Pemain Naturalisasi Ilegal Timnas Malaysia Diizinkan Kembali Merumput?
“Keputusan ini berarti sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain tersebut ditangguhkan sementara, dan mereka diizinkan melanjutkan karir serta berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sepak bola hingga keputusan final atas banding di CAS ditetapkan,” demikian pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) melalui akun Facebook pada Selasa.
Setidaknya ada tujuh nama yang masuk dalam daftar pemain yang mendapatkan manfaat dari putusan interim ini.
Deretan pemain tersebut antara lain adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, serta Joao Figueiredo.
Selain itu, terdapat nama Gabriel Palmero, Jon Irazabal, hingga Hector Hevel yang juga bebas dari jeratan hukuman.
Ketujuh penggawa ini sebelumnya dilarang menyentuh lapangan hijau akibat dugaan pelanggaran administratif yang sangat serius.
Kini, mereka memiliki kesempatan untuk membuktikan kualitas mereka di lapangan sambil menunggu proses persidangan berakhir sepenuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Persis Solo Belum Menyerah untuk Terhindar dari Degradasi
-
Bukan Asal Pilih! John Herdman Bongkar Alasan Panggil 23 Pemain Timnas Indonesia
-
Perbandingan Ketajaman Striker Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kunci Keberhasilan Persija Jakarta Bantai Persis, Dony Tri Pamungkas Jadi Pemain Terbaik
-
Persaingan Sengit Skuad Timnas Indonesia: Wajah Baru, Harapan Baru
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Kena Sanksi FIFA, Ini Alasan John Herdman Panggil Pattynama dan Thom Haye ke TC Timnas Indonesia
-
Misi Mauricio Souza: Jadikan Eksel Runtukahu Striker Komplet Persija
-
Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen Berpotensi Saling Menghancurkan di Belgia