-
Maarten Paes resmi pindah ke Ajax Amsterdam dengan nilai transfer mencapai Rp20 miliar.
-
Ia berpotensi menjadi pemain berpaspor Indonesia pertama yang tampil di ajang Liga Champions.
-
Ajax membutuhkan kemenangan melawan Olympiacos untuk lolos dari fase liga yang sangat krusial.
Suara.com - Panggung sepak bola Eropa kini bersiap menyambut kehadiran talenta terbaik dari Timnas Indonesia.
Maarten Paes bakal resmi memulai babak baru dalam karier profesionalnya dengan bergabung bersama Ajax Amsterdam.
Langkah besar ini membawa angin segar sekaligus harapan tinggi bagi perkembangan sepak bola Tanah Air.
Kiper andalan Garuda ini tidak hanya sekadar berpindah klub dari Amerika Serikat menuju Belanda.
Ia kini menatap sebuah rekor prestisius yang belum pernah dicapai oleh pemain berpaspor Indonesia lainnya.
Paes memiliki kesempatan sangat besar untuk menjadi pemain Indonesia pertama yang berlaga di Liga Champions.
Meskipun kompetisi ini sangat ketat, kualitas Paes diyakini mampu menembus skuat utama raksasa Belanda tersebut.
Banyak orang mungkin teringat dengan catatan gemilang yang pernah ditorehkan oleh bek Kevin Diks.
Namun terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami secara mendalam oleh publik sepak bola nasional.
Baca Juga: 1 Detik Gabung Ajax Amsterdam, Maarten Paes Geser Kiper Liverpool
Kevin Diks memang telah mencatatkan total 17 penampilan di panggung elit antarklub paling bergengsi Eropa.
Perlu dicatat bahwa saat itu Diks masih berstatus warga negara Belanda dan belum dinaturalisasi.
Diks memulai debutnya di kompetisi ini dengan bermain sebanyak tiga kali untuk tim Feyenoord.
Momen tersebut terjadi pada musim 2017/18 sebelum ia berpindah ke klub lain di luar Belanda.
Setelah itu ia tampil enam kali bersama FC Copenhagen pada edisi Liga Champions musim 2022/23.
Dominasi Diks berlanjut pada musim 2023/24 dengan menambah catatan delapan penampilan di ajang yang sama.
Kini pintu sejarah benar-benar terbuka lebar bagi Maarten Paes setelah resmi memegang paspor Indonesia.
Paes didatangkan ke Johan Cruyff Arena saat kondisi klub sedang berada dalam situasi yang sulit.
Klub raksasa berjuluk De Godenzonen ini tengah berjuang keras di dasar klasemen fase liga saat ini.
Hingga kini Ajax masih tertahan di posisi ke-32 klasemen sementara dengan perolehan poin yang minim.
Mereka baru berhasil mengumpulkan total enam poin dari tujuh pertandingan yang sudah mereka jalani.
Tugas berat sudah menanti Paes karena Ajax hanya memiliki satu laga sisa yang sangat krusial.
Raksasa Belanda ini dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari wakil Yunani yaitu tim Olympiacos.
Pertarungan yang menentukan nasib Ajax di kompetisi Eropa ini akan digelar pada hari Rabu (28/1).
Kemenangan menjadi syarat mutlak bagi skuat Ajax jika ingin mengamankan tiket ke babak play-off.
Selisih dua angka dari peringkat 24 membuat posisi mereka sangat terancam jika gagal meraih poin.
Manajemen Ajax menunjukkan keseriusan luar biasa untuk mengamankan jasa penjaga gawang berusia 27 tahun ini.
Dana segar senilai lebih dari 1 juta euro telah dikucurkan untuk menebusnya dari FC Dallas.
Jika dikonversikan ke mata uang lokal maka nilai transfer tersebut mencapai angka sekitar Rp20 miliar.
Angka ini membuktikan bahwa kualitas teknis yang dimiliki Paes sangat dihargai oleh tim pemandu bakat Ajax.
Paes sendiri bukanlah sosok asing di sepak bola Belanda karena ia pernah membela klub FC Utrecht.
Proses kepindahan ini juga diikuti dengan penandatanganan kesepakatan kontrak yang berdurasi cukup panjang.
Manajemen secara resmi mengikat kerja sama dengan kiper tangguh ini untuk masa bakti selama 3,5 tahun.
Dengan durasi tersebut Paes diproyeksikan akan terus menjaga gawang Ajax hingga musim kompetisi tahun 2029.
Stabilitas di sektor penjaga gawang menjadi fokus utama Ajax untuk mengembalikan kejayaan mereka di liga domestik.
Kehadiran Paes diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi barisan pertahanan yang sering kehilangan konsentrasi.
Ekspektasi tinggi kini berada di pundak Maarten Paes untuk membuktikan bahwa pemain Indonesia bisa bersaing.
Pengalaman bermain di Major League Soccer menjadi modal berharga bagi Paes untuk beradaptasi dengan cepat.
Kematangan mentalnya sangat dibutuhkan saat Ajax menghadapi tekanan tinggi dari lawan-lawan tangguh di Eropa nanti.
Seluruh pecinta sepak bola di Indonesia kini menantikan momen bersejarah saat lagu Liga Champions berkumandang.
Setiap gerak-gerik Paes di lapangan akan menjadi catatan penting bagi sejarah olahraga nasional di kancah dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Persib Ulang Tahun ke-93, Umuh Muchtar Berharap Hattrick Juara
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
Borneo FC Lagi Garang-garangnya, Nadeo Harap Pesut Etam Lumat Persib di Samarinda
-
Tak Terbeban Nama Besar Ayah, Rafa Abdurrahman Fokus Buktikan Diri di Timnas Indonesia U-20
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Bek Persib Frans Putros Soroti Situasi Timur Tengah Jelang Play-off Piala Dunia 2026
-
Posisi Maarten Paes Aman di Bawah Pelatih Anyar Ajax Amsterdam?
-
Pernah Ditemui Indra Sjafri, Winger Keturunan Indonesia Teken Kontrak di FC Twente
-
Thom Haye Dapat Lampu Hijau Tinggalkan Indonesia
-
Persib Puncaki Klasemen, Bojan Hodak Santai Hadapi Tekanan Borneo FC