Bola / Bola Indonesia
Kamis, 29 Januari 2026 | 12:49 WIB
Timnas futsal Thailand. (Twitter/@Changsuek_TH)
Baca 10 detik
  • Thailand memimpin Grup B AFC Futsal 2026 setelah mengalahkan Libanon dengan skor akhir 2-0.

  • Pelatih Rakphol Sainetngam mengeluhkan permukaan lapangan Velodrome Jakarta yang lambat karena tidak menggunakan parket.

  • Timnas Thailand fokus pada adaptasi lapangan dan pemulihan fisik menjelang laga berat melawan Kuwait.

Suara.com - Timnas Futsal Thailand berhasil mengawali perjalanan mereka di Grup B AFC Futsal 2026 dengan hasil maksimal.

Kemenangan dua gol tanpa balas diraih skuad Gajah Perang saat meladeni perlawanan sengit dari timnas Libanon.

Pertandingan pembuka yang berlangsung di Velodrome International Jakarta tersebut menjadi panggung bagi Worasak Srirangpirot dan Muhammad Osamanmusa.

Kedua pemain andalan Thailand ini sukses mencatatkan nama di papan skor sekaligus mengunci kemenangan tim.

Hasil positif ini secara otomatis membawa Thailand bertengger di posisi puncak klasemen sementara Grup B.

Meski menang, jalannya pertandingan ternyata tidak semudah yang terlihat di papan skor bagi skuad asuhan Rakphol Sainetngam.

Libanon memberikan tekanan yang konsisten melalui skema permainan bola-bola panjang yang cukup merepotkan pertahanan Thailand.

Rakphol Sainetngam yang akrab disapa Coach Hamee menilai gaya bermain lawan memberikan pelajaran berharga bagi anak asuhnya.

Ketangguhan lini belakang menjadi kunci utama sehingga gawang Thailand tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Proyek LRT Velodrome-Manggarai Sudah Capai 61,79 Persen dan Habiskan 19 Ribu Ton Semen

Coach Hamee menegaskan bahwa fokus utama tim dalam laga perdana ini adalah stabilitas pertahanan dan raihan poin.

"Skor 2-0 tidak penting bagi saya, yang penting adalah tidak kebobolan gol dan mendapatkan tiga poin," kata Rakphol dikutip dari Today.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa efektivitas permainan jauh lebih diutamakan daripada sekadar pesta gol di lapangan.

Kepuasan sang pelatih terletak pada disiplin posisi para pemainnya yang mampu meredam agresi serangan balik cepat Libanon.

Kemenangan ini menjadi modal mental yang sangat krusial bagi tim untuk menatap laga-laga selanjutnya yang lebih berat.

Kendati demikian, Coach Hamee merasa ada faktor teknis di luar strategi yang cukup mengganggu aliran bola timnya.

Fokus kritik sang pelatih tertuju pada kondisi permukaan lapangan di venue Velodrome International Jakarta yang digunakan.

Lapangan tersebut diketahui tidak menggunakan material parket sebagaimana standar lapangan futsal internasional yang biasa mereka gunakan.

Hal ini mengakibatkan laju bola menjadi jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan lapangan yang memiliki permukaan kayu atau parket.

Coach Hamee membandingkan fasilitas ini dengan Indonesia Arena di Senayan yang justru sudah dilengkapi dengan fasilitas parket.

Kondisi tersebut menciptakan tantangan tersendiri bagi pemain Thailand yang terbiasa dengan ritme permainan tempo tinggi dan cepat.

Perbedaan karakteristik lantai ini diakui sangat kontras dengan tempat latihan yang digunakan Thailand selama masa persiapan.

"Mengenai pertandingan selanjutnya melawan Kuwait, kami tahu gaya bermain mereka karena kami sudah cukup sering bermain melawan mereka. Mereka cepat dan memiliki pelatih yang cukup bagus," tutur Rakphol.

Pertemuan melawan Kuwait diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi fleksibilitas taktik dan kemampuan adaptasi skuad Thailand.

Kuwait dikenal sebagai tim yang memiliki transisi permainan sangat dinamis dan pemain-pemain dengan kecepatan individu di atas rata-rata.

Coach Hamee menyadari bahwa mereka tidak boleh terpaku pada masalah teknis lapangan jika ingin terus melaju jauh.

Masalah lingkungan pertandingan ini harus segera diselesaikan secara internal melalui penyesuaian sentuhan bola para pemain di lapangan.

"Namun, masalah utama bagi tim kami adalah kondisi lapangan, yang tidak sama seperti saat kami latihan. Kami berlatih di lapangan yang cepat, tetapi itu bukan alasan. Kami harus cepat beradaptasi, memahami permukaan lapangan dan bola. Kuwait adalah tim yang bagus, jadi kami perlu mempersiapkan diri dengan baik. Istirahat serta pemulihan yang baik dan cepat," ungkap Coach Hamee menutup keterangannya.

Waktu istirahat yang singkat akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembalikan kebugaran fisik seluruh anggota skuad Thailand.

Tim medis dan pelatih fisik kini bekerja ekstra keras demi memastikan pemain siap tempur dalam kondisi fisik yang prima.

Manajemen Thailand berharap kendala teknis lapangan ini tidak menjadi penghambat ambisi mereka untuk merajai turnamen futsal bergengsi ini.

Kemenangan atas Kuwait nantinya akan semakin mengukuhkan dominasi Thailand sebagai salah satu raksasa futsal di kawasan Asia.

Publik futsal kini menanti apakah adaptasi cepat yang dijanjikan Coach Hamee mampu membawa Thailand meraih kemenangan kedua secara beruntun.

Load More