-
Maarten Paes resmi pindah ke Ajax Amsterdam dengan nilai transfer fantastis Rp24 miliar.
-
Kontrak berdurasi 3,5 musim telah disepakati hingga tahun 2029 di Liga Belanda.
-
FC Dallas tetap untung secara finansial meski kehilangan kiper utama Timnas Indonesia tersebut.
Banyak pihak menganggap langkah ini merupakan keputusan strategis bagi perkembangan performa individu sang penjaga gawang.
Media ternama asal Amerika Serikat Bigdsoccer menyebutkan bahwa transaksi ini sebenarnya sudah sangat terprediksi.
Analisis dari Drew Epperley menekankan bahwa Paes memang sedang menunggu momentum tepat untuk pindah klub.
"Ia kehilangan posisi utama dan melewati musim 2025 yang dinilai kurang mengesankan," tulis laporan tersebut.
Epperley menambahkan bahwa indikasi hengkangnya Paes sudah mulai terendus publik sejak pengujung tahun lalu.
Meskipun harus kehilangan kiper tangguh namun manajemen FC Dallas meraup keuntungan dari sisi bisnis.
Penjualan Paes ke klub sebesar Ajax memberikan suntikan dana segar bagi neraca keuangan tim MLS tersebut.
Bagi Maarten Paes pribadi bergabung dengan kesebelasan legendaris seperti Ajax merupakan impian yang nyata.
Fasilitas dan sejarah panjang klub tersebut dinilai terlalu istimewa untuk ditolak oleh pemain manapun.
Baca Juga: Media Amerika Bongkar Alasan Sebenarnya Maarten Paes Tinggalkan FC Dallas
Banyak pengamat meyakini bahwa langkah ini diambil tepat saat Paes berada di puncak keemasan kariernya.
Kini publik Indonesia menantikan aksi heroik kiper kebanggaannya di bawah mistar gawang tim berjuluk De Joden.
Ekspektasi tinggi tentu mengiringi langkah kaki Paes saat memasuki stadion megah di pusat kota Amsterdam.
Dengan pengalaman internasional yang mumpuni ia diharapkan mampu bersaing memperebutkan posisi kiper nomor satu.
Dukungan penuh dari suporter di tanah air dipastikan akan mengalir deras seiring resminya pengumuman ini.
Petualangan baru di benua Eropa menjadi babak krusial bagi perjalanan profesional seorang Maarten Paes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga