Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 30 Januari 2026 | 10:37 WIB
Ramadhan Sananta (PSSI)
Baca 10 detik
  • Ramadhan Sananta terancam kehilangan posisi utama di DPMM FC karena minim kontribusi gol.

  • Statistik Sananta kalah dari Jordan Murray dan pemain lokal Brunei, Hakeme Yazid.

  • Kedatangan striker Nigeria Christian Irobiso semakin memperkecil peluang bermain reguler bagi Sananta.

Suara.com - Eksistensi Ramadhan Sananta sebagai ujung tombak utama DPMM FC kini sedang berada di ujung tanduk.

Penyerang andalan Timnas Indonesia tersebut tengah berjuang keras mengembalikan ketajamannya pada kompetisi Liga Super Malaysia.

Ekspektasi tinggi yang dibebankan kepada pemain berusia 23 tahun ini belum berbanding lurus dengan hasil di lapangan.

Situasi internal klub menunjukkan bahwa posisi Sananta tidak lagi mendapatkan jaminan sebagai pemain inti.

Tekanan semakin meningkat seiring dengan performa lini serang tim yang dituntut untuk terus memberikan kontribusi nyata.

Secara kumulatif Sananta baru berhasil membukukan empat gol serta dua assist dari 18 penampilan resminya.

Angka produktivitas tersebut dinilai masih sangat minim untuk ukuran pemain asing di liga luar negeri.

Jika dibandingkan dengan rekan setimnya, torehan Sananta terlihat tertinggal cukup jauh di papan skor internal.

Jordan Murray tercatat jauh lebih efektif dengan perolehan enam gol ditambah koleksi empat assist sejauh ini.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan

Bahkan pemain sayap asli Brunei, Hakeme Yazid, mampu melampaui statistik Sananta dengan torehan enam gol.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa persaingan memperebutkan satu tempat di lini depan DPMM FC sangatlah sengit.

Meskipun sempat mencetak gol pada ajang Piala Malaysia 2026, hal itu belum dianggap sebagai solusi permanen.

Gol tersebut bersarang di gawang Kelantan Red Warriors dan sempat memberikan harapan baru bagi sang pemain.

Momen tersebut diharapkan mampu memicu kembali rasa percaya diri Sananta yang sempat hilang dalam beberapa laga.

Namun kenyataan di kompetisi liga justru menunjukkan grafik yang cenderung stagnan dan mengkhawatirkan manajemen tim.

Load More