Bola / Bola Dunia
Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:09 WIB
Pelatih PSG, Luis Enrique. [Instagram Luis Enrique]
Baca 10 detik
  • Pelatih PSG, Luis Enrique, menegaskan PSG tetap favorit juara Liga Champions 2025/2026 meskipun seri 1-1 dengan Newcastle.
  • Hasil imbang tersebut memaksa Paris Saint-Germain harus menjalani babak play-off untuk melaju ke babak 16 besar kompetisi.
  • Enrique menolak anggapan Arsenal lebih difavoritkan, mengingatkan PSG pernah juara walau melalui play-off musim lalu.

Suara.com - DuniPelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menegaskan bahwa timnya tetap menjadi favorit utama juara Liga Champions 2025/2026, meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United pada laga terakhir fase liga di Parc des Princes.

Hasil imbang tersebut membuat PSG gagal finis di delapan besar klasemen fase liga, sehingga harus melalui babak play-off untuk bisa melaju ke 16 besar.

Meski begitu, Luis Enrique dengan tegas menolak anggapan bahwa posisi favorit kini sepenuhnya milik Arsenal, yang tampil sempurna dengan delapan kemenangan dari delapan laga di fase liga Liga Champions musim ini.

“Saya tidak melihat ada tim yang lebih difavoritkan dibanding kami di kompetisi ini,” tegas Luis Enrique dikutip dari Metro.uk

“Kami bisa bermain lebih baik, kami bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Tapi kami siap. Kami siap menghadapi siapa pun.”

Ia juga menilai PSG layak menang atas Newcastle meski hanya bermain imbang.

“Kami memulai laga dengan sangat baik. Kami gagal mengeksekusi penalti, tapi menciptakan banyak peluang. Gol penyama kedudukan sebelum jeda sangat menyakitkan,” ujarnya.

“Secara fisik Newcastle memang kuat, tapi kami pantas menang, meski tidak dengan selisih besar.”

Arsenal saat ini menjadi sorotan setelah menjadi satu-satunya tim yang menyapu bersih fase liga Liga Champions. Hal itu membuat banyak pihak menjagokan The Gunners sebagai kandidat kuat juara musim ini.

Baca Juga: KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG

Namun, Luis Enrique mengingatkan bahwa musim lalu PSG juga tidak lolos otomatis ke 16 besar, harus melalui babak play-off, tetapi justru akhirnya menjadi juara Liga Champions.

“Kami akan menganalisis siapa lawan kami nanti, Monaco atau Qarabag. Saya sangat menuntut terhadap tim saya. Kami harus terus berkembang,” katanya.

Kontributor: Azka Putra

Load More