Bola / Bola Dunia
Selasa, 16 Juni 2026 | 09:53 WIB
Vozinha jadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, sang ibu gagal hadir karena masalah visa Amerika Serikat. [Dok. FIFA]
Baca 10 detik
  • Kiper Cape Verde, Vozinha, menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium.
  • Vozinha meraih gelar pemain terbaik setelah melakukan tujuh penyelamatan gemilang di usia 40 tahun dalam laga debut negaranya.
  • Keberhasilan atlet tersebut terganggu kesedihan karena ibunya gagal hadir menonton langsung akibat masalah kendala visa Amerika Serikat.

Suara.com - Rekor luar biasa tercipta di Atlanta Stadium saat kiper veteran Cape Verde, Vozinha, sukses meredam agresivitas Timnas Spanyol pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026.

Penampilan heroik kiper berusia 40 tahun tersebut memaksa raksasa Eropa sekaligus juara Euro, Spanyol, harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang tanpa gol.

Di balik hasil bersejarah bagi negara debutan tersebut, terselip kisah pilu mengenai kegagalan ibu sang penjaga gawang untuk menyaksikan langsung aksi anaknya akibat kendala visa Amerika Serikat.

Vozinha tercatat melakukan tujuh penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan yang membuatnya dinobatkan sebagai Player of the Match dalam laga debut bersejarah bagi negaranya tersebut.

Namun, tepat setelah peluit panjang berbunyi, sang penjaga gawang justru tertangkap kamera menangis tersedu-sedu sembari memeluk rekan setimnya selama beberapa menit.

Tangis Pecah di Tengah Sejarah Besar

Vozinha jadi pahlawan Cape Verde saat menahan imbang Spanyol di Piala Dunia 2026. Namun, sang ibu gagal hadir karena masalah visa Amerika Serikat. [Dok. FIFA]

"Ini adalah pesan terima kasih untuk semua orang di Tanjung Verde," ujar Vozinha dikutip dari The Athletic, Selasa (16/6/2026).

"Kami sangat senang setelah ini, kelompok pemain ini telah bekerja keras untuk menjalani momen ini. Ini adalah hari untuk merasa bangga dan puas."

Rasa bangga yang dirasakan Vozinha bercampur dengan kesedihan mendalam karena orang-orang tercintanya tidak hadir di tribun Atlanta Stadium.

Baca Juga: Pelatih Tanjung Verde Ungkap Kunci Keberhasilan Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

"Saya menangis setelah pertandingan karena saya tumbuh bersama kakek dan nenek ketika saya masih kecil, dan mereka tidak bisa berada di sana. Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu."

Masalah Visa AS Jegal Kehadiran Sang Ibu

Selain mengenang mendiang kakek dan neneknya, Vozinha mengungkapkan fakta pahit mengenai ibunya yang tertahan di luar perbatasan Amerika Serikat.

"Ibu saya juga tidak bisa berada di sini karena masalah visa, dan uang yang harus kami bayar untuk itu. Kami tidak berhasil menyelesaikannya tepat waktu."

Meskipun memegang gelar pemain terbaik dalam laga tersebut, kendala administratif dan biaya pengurusan dokumen perjalanan menjadi tembok yang tak mampu ditembus oleh keluarga sang bintang.

Pihak Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pun kini mulai dimintai klarifikasi oleh media internasional terkait masalah visa yang menghalangi kehadiran keluarga atlet di ajang bergengsi ini.

Load More