- Xavier Markx, adik Dion Markx, adalah pemain keturunan berbakat yang layak dipantau oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
- Xavier pernah mengikuti TC Timnas U-17 dan menjabat kapten tim U-13 Vitesse meski baru berusia 13 tahun.
- Pemain ini telah menimba ilmu sepak bola taktis di Papendal Vitesse selama 7,5 tahun terakhir.
Suara.com - Xavier Markx adik dari pemain anyar Persib Bandung, Dion Markx layak untuk dipantau secara serius oleh pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
Meski sudah pernah mengikuti TC di Timnas Indonesia U-17 era kepelatihan Nova Arianto, Xavier belum lagi mendapat kesempatan untuk membela Timnas Indonesia.
Padahal Xavier termasuk sosok pemain muda keturunan Indonesia dengan talenta bagus. Bahkan ia sudah mengemban ban kapten di tim U-17 Vitesse.
Di usia masih sangat muda 13 tahun, Xavier dipercaya untuk jadi kapten tim U-13 Vitesse. Jiwa kepemipinan Xavier sangat diakui oleh rekan-rekannya di Vitesse, seperti Aiden de Bont.
“Kadang dia bisa lebih tegas, tapi Xavier memang kapten yang bagus,” kata de Bont seperti dilansir dari laman resmi Vitesse pada sesi wawancara 2023.
Musim itu, Markx dipercaya menjadi kapten tim. Peran tersebut dijalaninya dengan penuh tanggung jawab.
“Kalau pelatih mau bicara dan suasana tidak kondusif, saya yang memastikan semua fokus. Saya bangga dipercaya jadi kapten,” ucap adik Dion Markx tersebut.
Pada musim itu, Xavier turut membantu Vitesse mengalahkan Ajax U-13. Xavier jadi kapten di laga itu dan mengaku bahwa kemenangan itu berkat kecedasan taktik sang pelatih.
“Kami berlatih secara taktis sepanjang minggu. Pelatih menunjukkan momen-momen di mana Ajax bisa ditekan. Dengan bola panjang, kami bisa membuat mereka kesulitan. Menang 2-0 dengan persiapan seperti ini rasanya luar biasa,” kata Markx usai pertandingan.
Baca Juga: Motivasi John Herdman Latih Timnas Indonesia: Ingin Cetak Sejarah di Hadapan 280 Juat Orang
Xavier Markx sudah 7,5 tahun menimba ilmu di Papendal, pusat pengembangan bakat Vitesse.
Ia merasakan langsung transformasi dari sepak bola anak-anak menuju sepak bola modern yang penuh taktik.
“Dulu mainnya masih bergerombol ke bola. Sekarang kami belajar posisi, ruang, dan cara bermain cerdas. Saya belajar bagaimana menjadi pemain yang berpikir,” jelasnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!