Bola / Bola Dunia
Kamis, 05 Februari 2026 | 18:49 WIB
Manajer Manchester City, Pep Guardiola mendapat kritik keras dari Komunitas Yahudi di Manchester usai pernyataannya membela Palestina dan kecam praktik genoside di Gaza. [Tankap layar X]
Baca 10 detik
  • Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dikritik Komunitas Yahudi Manchester karena membela Palestina dan menyebut genosida di Gaza.
  • Kritik muncul setelah Guardiola berpidato di Barcelona sambil mengenakan keffiyeh dan menyatakan dukungannya terhadap warga Palestina.
  • Komunitas Yahudi meminta Guardiola fokus pada sepak bola sebab komentarnya dinilai berpotensi memicu sentimen anti-Semitisme.

Suara.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola mendapat kritik keras dari Komunitas Yahudi di Manchester usai pernyataannya membela Palestina dan kecam praktik genoside di Gaza.

Perwakilan komunitas Yahudi Manchester meminta Guardiola untuk fokus pada sepak bola, seraya mengingatkan risiko pernyataannya dapat memicu sentimen anti-Semitisme.

Kontroversi ini mencuat setelah Guardiola menyampaikan pidato emosional dalam sebuah konser amal di Barcelona pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, pelatih asal Spanyol tersebut mengenakan keffiyeh, simbol perlawanan Palestina, dan menyuarakan dukungannya terhadap warga sipil Palestina.

Sikap tersebut kembali ia pertegas dalam konferensi pers jelang laga Manchester City kontra Newcastle United, ketika ia menyebut situasi di Gaza sebagai genosida di Palestina.

Melalui pernyataan resmi yang diunggah di platform X, Jewish Representative Council menyayangkan langkah Guardiola yang dinilai berulang kali mengomentari isu geopolitik.

Mereka menilai, meski berniat kemanusiaan, pernyataan sang pelatih berpotensi berdampak negatif bagi keamanan komunitas Yahudi.

“Pep Guardiola adalah manajer sepak bola. Meski refleksi kemanusiaannya mungkin bermaksud baik, dia seharusnya fokus pada sepak bola,” bunyi pernyataan tersebut dilansir dari Dailymail.

Mereka juga menuding Guardiola gagal menunjukkan solidaritas terhadap komunitas Yahudi Manchester pasca serangan teror di sebuah sinagoge pada Oktober lalu yang menewaskan dua orang.

Baca Juga: Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal

Guardiola, di sisi lain, menegaskan bahwa sikapnya murni berangkat dari rasa kemanusiaan.

Dalam konferensi pers, ia menyatakan penderitaan warga sipil akibat konflik di berbagai belahan dunia termasuk Palestina, Ukraina, dan Sudan, sangat menyakitkan baginya.

“Ini adalah masalah kita sebagai manusia. Membunuh ribuan orang tak bersalah, itu menyakitkan,” ujar Guardiola.

Kontroversi ini bukan kali pertama Guardiola menuai kecaman.

Pada Desember lalu, Jewish Representative Council bahkan menuding pernyataannya membahayakan keselamatan warga Yahudi Inggris dan mengirimkan surat resmi kepada chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak.

Hingga kini, Manchester City belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kritik terbaru tersebut.

Load More