-
Sassuolo kalah telak 0-5 dari Inter Milan di kandang sendiri pada pekan ke-24.
-
Jay Idzes dapat rating 4,5 dari La Repubblica karena dianggap lakukan kesalahan fatal.
-
Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan delapan poin.
Meski aktif bertahan, penilaian yang jauh berbeda justru diberikan oleh salah satu media ternama Italia.
La Repubblica memberikan rapor merah dengan angka hanya 4,5 untuk performa pemain kelahiran Belanda tersebut.
Media tersebut menyoroti kesalahan penempatan posisi yang membuat area pertahanan menjadi sangat terbuka bagi lawan.
Salah satu momen yang paling disorot adalah sundulannya yang justru memudahkan lawan mencetak gol ketiga malam itu.
“Mencoba untuk menciptakan bahaya, tidak hanya dalam sepak pojok, namun hampir tidak pernah mampu melakukannya, membuat lapangan terbuka lebar,” tulis La Repubblica.
Kesalahan fatal saat mengantisipasi bola udara dianggap sebagai titik balik hancurnya moral pertahanan tuan rumah malam tadi.
Pihak media menilai koordinasi antar pemain bertahan masih menjadi masalah besar bagi tim asuhan Grosso.
“Tandukannya, yang kemudian menjadi assist untuk gol ketiga Lautaro, sangatlah buruk,” tambah media Italia tersebut.
Padahal, secara statistik udara, Idzes memenangkan tiga dari empat duel yang ia jalani di area penalti.
Baca Juga: Rapor Merah Jay Idzes: Inter Milan Mengamuk 5-0, Lini Belakang Sassuolo Berantakan
Namun, satu kesalahan kecil dalam membuang bola justru berakibat fatal bagi skor akhir pertandingan tersebut.
Akibat kekalahan memalukan di markas sendiri ini, posisi Sassuolo di tabel klasemen tidak mengalami kenaikan.
Mereka saat ini masih tertahan di urutan ke-11 klasemen sementara kasta tertinggi sepak bola Italia.
Total poin yang dikumpulkan Neroverdi saat ini adalah 29 poin dari total 24 laga yang dilakoni.
Sementara itu, Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan total 58 poin sejauh ini.
Inter kini memimpin dengan selisih delapan angka dari rival sekota mereka, AC Milan, di posisi kedua.
Jay Idzes diharapkan segera bangkit dari keterpurukan dan kritik tajam yang dialamatkan kepadanya saat ini.
Sebagai pilar penting di level klub dan tim nasional, konsistensi menjadi kunci utama dalam karier profesionalnya.
Laga berikutnya akan menjadi ujian pembuktian bagi Idzes untuk memperbaiki rapor penampilannya di kompetisi Serie A.
Para pendukung di tanah air tetap memberikan dukungan moral bagi sang kapten di tengah badai kritik.
Evaluasi mendalam dari tim pelatih tentu dibutuhkan agar performa lini belakang tidak kembali rapuh di laga mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey