-
Sassuolo kalah telak 0-5 dari Inter Milan di kandang sendiri pada pekan ke-24.
-
Jay Idzes dapat rating 4,5 dari La Repubblica karena dianggap lakukan kesalahan fatal.
-
Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan delapan poin.
Suara.com - Kekalahan menyakitkan harus diterima Jay Idzes cs di Sassuolo saat menjamu pemuncak klasemen sementara Liga Italia di kandang sendiri.
Tim berjuluk Neroverdi tersebut dipaksa menyerah dengan skor telak tanpa balas oleh tim tamu.
Hasil akhir 0-5 menjadi bukti dominasi lawan dalam pertandingan yang digelar di Mapei Stadium tersebut.
Pertandingan pekan ke-24 Serie A Liga Italia ini menjadi mimpi buruk bagi lini pertahanan tim asuhan Fabio Grosso.
Inter Milan langsung menunjukkan taringnya sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama laga.
Dua gol cepat bersarang di gawang tuan rumah sebelum memasuki waktu turun minum babak pertama.
Yann Aurel Bisseck dan Marcus Thuram menjadi aktor utama yang membawa keunggulan bagi skuad Nerazzurri.
Memasuki paruh kedua pertandingan, intensitas serangan tim tamu ternyata tidak menunjukkan tanda-tanda akan menurun sedikitpun.
Tiga gol tambahan kembali tercipta melalui aksi Lautaro Martinez, Manuel Akanji, serta pemain pengganti Luis Henrique.
Baca Juga: Rapor Merah Jay Idzes: Inter Milan Mengamuk 5-0, Lini Belakang Sassuolo Berantakan
Penderitaan tuan rumah semakin lengkap setelah Nemanja Matic harus keluar lapangan lebih awal akibat kartu merah.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dipercaya untuk mengawal lini pertahanan Sassuolo selama pertandingan berlangsung penuh.
Pemain bertahan berusia 25 tahun ini mencatatkan statistik pertahanan yang sebenarnya cukup aktif di lapangan.
Berdasarkan data dari Sofascore, sang bek tengah tersebut tercatat mendapatkan nilai atau rating sebesar 6,2.
Selama 90 menit laga, ia melakukan enam kali sapuan bola demi mengamankan area kotak penalti.
Idzes juga berhasil melakukan blokade terhadap dua tendangan yang mengarah langsung ke gawang timnya sendiri.
Meski aktif bertahan, penilaian yang jauh berbeda justru diberikan oleh salah satu media ternama Italia.
La Repubblica memberikan rapor merah dengan angka hanya 4,5 untuk performa pemain kelahiran Belanda tersebut.
Media tersebut menyoroti kesalahan penempatan posisi yang membuat area pertahanan menjadi sangat terbuka bagi lawan.
Salah satu momen yang paling disorot adalah sundulannya yang justru memudahkan lawan mencetak gol ketiga malam itu.
“Mencoba untuk menciptakan bahaya, tidak hanya dalam sepak pojok, namun hampir tidak pernah mampu melakukannya, membuat lapangan terbuka lebar,” tulis La Repubblica.
Kesalahan fatal saat mengantisipasi bola udara dianggap sebagai titik balik hancurnya moral pertahanan tuan rumah malam tadi.
Pihak media menilai koordinasi antar pemain bertahan masih menjadi masalah besar bagi tim asuhan Grosso.
“Tandukannya, yang kemudian menjadi assist untuk gol ketiga Lautaro, sangatlah buruk,” tambah media Italia tersebut.
Padahal, secara statistik udara, Idzes memenangkan tiga dari empat duel yang ia jalani di area penalti.
Namun, satu kesalahan kecil dalam membuang bola justru berakibat fatal bagi skor akhir pertandingan tersebut.
Akibat kekalahan memalukan di markas sendiri ini, posisi Sassuolo di tabel klasemen tidak mengalami kenaikan.
Mereka saat ini masih tertahan di urutan ke-11 klasemen sementara kasta tertinggi sepak bola Italia.
Total poin yang dikumpulkan Neroverdi saat ini adalah 29 poin dari total 24 laga yang dilakoni.
Sementara itu, Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan total 58 poin sejauh ini.
Inter kini memimpin dengan selisih delapan angka dari rival sekota mereka, AC Milan, di posisi kedua.
Jay Idzes diharapkan segera bangkit dari keterpurukan dan kritik tajam yang dialamatkan kepadanya saat ini.
Sebagai pilar penting di level klub dan tim nasional, konsistensi menjadi kunci utama dalam karier profesionalnya.
Laga berikutnya akan menjadi ujian pembuktian bagi Idzes untuk memperbaiki rapor penampilannya di kompetisi Serie A.
Para pendukung di tanah air tetap memberikan dukungan moral bagi sang kapten di tengah badai kritik.
Evaluasi mendalam dari tim pelatih tentu dibutuhkan agar performa lini belakang tidak kembali rapuh di laga mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
Terkini
-
Kata-kata Layvin Kurzawa Siap Jalani Debut Bersama Persib di ACL 2
-
Ambisi Besar Layvin Kurzawa Jelang Debut di Persib Bandung
-
Kapan Jadwal Debut Layvin Kurzawa dan Dion Markx di Persib? Bojan Hodak Kasih Isyarat
-
Carrick Tolak Anggapan Manchester United Sudah Bangkit: Masih Banyak PR
-
Vietnam Klaim Punya Talenta Pemain Keturunan yang Langka, Disebut Muncul Seabad Sekali
-
Timnas Indonesia Buka Kran Tambah Pemain Keturunan Indonesia Baru
-
Bruno Fernandes Puji Habis Michael Carrick: DNA Juara Jadi Pembeda di Man United
-
John Herdman Harus Lirik Pemain Keturunan Rp 1,3 Miliar Penentu Kemenangan MVV Maastricht
-
John Herdman Full Senyum! Emil Audero Catatkan Statistik Gila di Serie A Jelang FIFA Series 2026
-
3 Alasan Tim Geypens Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia