-
PSSI membantah keterlibatan dalam memulangkan pemain naturalisasi ke liga domestik demi Piala AFF.
-
Perpindahan pemain ke Super League merupakan murni urusan finansial antara klub dan pemain.
-
Arya Sinulingga menegaskan federasi tidak pernah membiayai gaji pemain di tingkat klub profesional.
Menanggapi hal tersebut, Arya Sinulingga meminta agar masyarakat dan pengamat tidak mudah terjebak dalam opini yang menyesatkan.
"Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya. Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan gitu," kata Arya di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, proses perpindahan seorang pemain profesional murni didasari oleh kesepakatan nilai kontrak antara pemain dan klub.
Faktor ekonomi menjadi dasar utama mengapa seorang pemain bersedia pindah ke tim baru di kompetisi mana pun.
"Yang ngasih isu juga maunya mencerdaskan, karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Menyangkut duit. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?" jelasnya.
Perlu diingat bahwa ajang Piala AFF bukanlah turnamen yang masuk dalam kalender resmi pertandingan internasional FIFA.
Kondisi ini seringkali membuat klub-klub luar negeri enggan memberikan izin kepada pemain mereka untuk membela tim nasional.
Bermain di liga domestik memang secara teknis akan mempermudah koordinasi antara manajemen timnas dengan pihak klub terkait izin pemain.
Namun, Arya menekankan bahwa PSSI sama sekali tidak memiliki otoritas dalam mencampuri urusan finansial di tingkat klub.
Baca Juga: Kevin Diks Ketiban Sial, Baru Comeback dari Cedera Tapi Harus Absen Lagi
"Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan duit. Tawar menawar. Yang bayar klub. PSSI enggak ada ikut-ikutan di bayar situ. Bayar-bayar enggak ada situ urusan PSSI," ia menambahkan.
PSSI menegaskan tidak ada subsidi atau bantuan dana apa pun yang diberikan kepada klub untuk mendatangkan pemain tertentu.
Setiap tim di Super League bergerak secara mandiri sesuai dengan kekuatan anggaran dan kebutuhan teknis pelatih mereka masing-masing.
"Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Emang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi."
Arya juga menegaskan bahwa praktik "patungan" antara federasi dan klub tidak pernah ada dalam sistem sepak bola profesional mana pun.
"Dan PSSI enggak ada ikutan chip in gitu. Dari mana uang PSSI gitu untuk chip in chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub untuk enggak ada lah. Mana ada. Mana enggak pernah terjadi seperti itu," ia menambahkan.
Federasi mengimbau agar para komentator sepak bola lebih bijak dan berhati-hati dalam menyebarkan informasi kepada publik.
Tuduhan tanpa dasar yang logis dikhawatirkan dapat merusak iklim industri sepak bola tanah air yang sedang berkembang.
"Jadi itu mekanisme pasar aja dan mereka ya, kita kan enggak bisa, seperti yang saya katakan, kecuali PSSI menggaji mereka. Kan enggak ada gaji PSSI terhadap pemain," tegasnya.
Arya menutup pernyataannya dengan kritikan tajam bagi para pihak yang terus menggoreng isu tanpa melihat fakta di lapangan.
"Jadi sudahlah, teori-teori konspirasi silahkan, tapi tolong yang cerdas gitu. Jangan enggak cerdas. Kalau enggak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas gitu lho."
"Malu lho. Dimana logikanya gitu. Ya, jadi pengamat tuh harus cerdas juga, jangan enggak cerdas. Kasihan nanti dihitung orang logikanya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Kolombia vs Portugal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027
-
3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Lionel Messi Terancam Tergusur di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 karena Sosok Ini
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara