- Mikel Arteta, pelatih Arsenal yang memimpin klasemen, memuji Pep Guardiola sebagai pelatih terbaik sepanjang sejarah.
- Arteta mengakui pengaruh besar Guardiola dan Arsene Wenger dalam membentuk filosofi kepelatihannya sejak remaja.
- Persaingan Liga Inggris 2025/2026 diprediksi ketat, dengan Arsenal unggul enam poin dari Manchester City yang baru bangkit.
Suara.com - Persaingan gelar Liga Inggris 2025/2026 semakin memanas setelah pelatih Arsenal, Mikel Arteta, melontarkan pujian besar kepada rivalnya di Manchester City, Pep Guardiola.
Arsenal saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin atas City dan masih menyisakan 13 pertandingan.
Namun, jarak itu nyaris melebar menjadi sembilan poin sebelum tim asuhan Guardiola melakukan comeback dramatis atas Liverpool di Anfield lewat dua gol telat.
Arteta tidak ragu mengakui pengaruh besar Guardiola terhadap kariernya. Keduanya sudah saling mengenal sejak bertemu di Barcelona ketika Arteta masih berusia 15 tahun.
“Saya belajar dari Pep sejak remaja. Lalu saya mendapat kehormatan bekerja dengannya dan mengalami banyak momen luar biasa. Menurut saya, dia adalah pelatih terbaik sepanjang sejarah,” ujar Arteta dilansir dari Metro.uk
Ia juga menilai Guardiola sebagai sosok revolusioner yang mengubah cara sepak bola dimainkan dan dipahami.
“Dia merevolusi permainan. Menjadi bagian dari proses itu adalah pengalaman yang luar biasa, dan saya sangat bersyukur,” tambahnya.
Arteta berpeluang mencatat sejarah sebagai manajer Arsenal pertama sejak Arsene Wenger yang mampu mengangkat trofi Liga Inggris.
Menariknya, ia pernah merasakan dua gelar liga sebagai asisten Guardiola di Manchester City.
Baca Juga: Dijamu West Ham, MU Kehilangan Tiga Pemain Penting, Siapa Saja?
Selain Guardiola, Wenger juga menjadi figur penting dalam perjalanan Arteta.
Saat masih menjadi pemain Arsenal, ia belajar banyak tentang filosofi permainan dari pelatih asal Prancis tersebut.
“Hal pertama yang saya pelajari dari Wenger adalah cinta dan rasa hormat terhadap sepak bola. Ia ingin setiap pemain mengekspresikan diri, tapi tetap tegas soal apa yang diinginkan. Itu keseimbangan yang luar biasa,” jelas Arteta.
Meski berada di puncak, Arsenal belum sepenuhnya aman. Keunggulan mereka bisa terpangkas menjadi tiga poin ketika menghadapi Brentford, tergantung hasil laga Manchester City kontra Fulham sehari sebelumnya.
Sementara itu, juara bertahan Liverpool justru tercecer di posisi keenam dan tertinggal 17 poin dari Arsenal, menandai musim yang jauh dari harapan.
Dengan performa konsisten Arsenal dan mental juara City, perburuan gelar Premier League musim ini diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir.
Berita Terkait
-
Dijamu West Ham, MU Kehilangan Tiga Pemain Penting, Siapa Saja?
-
Sempat Latihan Bersama Arsenal, Alex Oxlade-Chamberlain Resmi Gabung Celtic
-
Manchester City Dilaporkan Siap Gelontorkan Rp2,29 Triliun untuk Elliot Anderson
-
Operasi Kaki, Jack Grealish Akhiri Musim Lebih Cepat
-
Arne Slot Murka! Keputusan Wasit soal Mo Salah Dianggap Jadi Biang Kekalahan Liverpool
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Flare Bikin Audero Terkapar, Pelaku Resmi Dijatuhi Hukuman, Inter Milan Bayar Mahal
-
Robin van Persie Pelatih Tetap Manchester United? Eks Chelsea: Tinggal Tunggu Waktu
-
Adam Alis: Persib Harus Bermain Tanpa Cela Hadapi Ratchaburi FC
-
PSSI Buka Opsi Medan Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16 dan U-19 2026
-
Tak Menemukan Kiper Bagus, Cerita Persib Panggil Lagi Pemain yang Sudah Pensiun
-
Futsal Indonesia di Bawah PSSI, Arya Sinulingga: Pembiayaan Kami Tanggung
-
Juventus Panik Gagal Datangkan Striker Baru? Fokus Bianconeri Bukan Scudetto
-
Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah tapi Bonus Jadi Tanda Tanya Besar, Kok Bisa?
-
Real Madrid Belum Meyakinkan? Era Arbeloa Dinilai Masih Bayangi Warisan Xabi Alonso
-
Mati-matian Kalahkan Emil Audero Cs, Pelatih Atalanta Loncat Kegirangan