-
PSSI menunda naturalisasi pemain baru karena jadwal FIFA Series Maret 2026 sudah sangat dekat.
-
Pelatih John Herdman diminta fokus memahami kualitas pemain yang sudah tersedia dalam skuad Garuda.
-
Evaluasi penambahan pemain baru hanya akan dilakukan setelah performa tim dianalisis pasca turnamen.
Suara.com - Federasi sepak bola nasional PSSI secara resmi memastikan tidak bakal menambah amunisi pemain keturunan dalam periode yang sangat dekat.
Keputusan strategis ini diambil mengingat agenda penting FIFA Series 2026 sudah berada di depan mata bagi Timnas Indonesia.
Faktor durasi administrasi menjadi kendala utama bagi induk organisasi untuk mendaftarkan wajah baru di jajaran tim nasional.
Langkah ini dirasa sangat logis karena pendaftaran pemain membutuhkan proses birokrasi yang panjang serta memakan waktu yang tidak sebentar.
Manajemen federasi memilih untuk bersikap realistis dalam menghadapi turnamen internasional yang akan diselenggarakan pada bulan Maret mendatang tersebut.
Arya Sinulingga selaku Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI memberikan klarifikasi terkait spekulasi penambahan pemain yang beredar luas di masyarakat.
Pihaknya mengaku sama sekali belum menerima laporan resmi mengenai adanya kandidat pemain baru yang akan diproses secara hukum.
Kondisi kalender yang sudah memasuki bulan Februari membuat upaya perpindahan kewarganegaraan menjadi sesuatu yang hampir mustahil untuk dikejar.
Proses hukum dan perpindahan federasi merupakan tahapan krusial yang tidak bisa diselesaikan hanya dalam hitungan hari saja.
Baca Juga: Format FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Lawan St Kitts and Nevis, Potensi Jumpa Bulgaria di Final
"Saya belum dapat kabar ya. Belum dapat kabar kalau ada. Apalagi ini terlalu dekat," kata Arya di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, saat ini memiliki tugas utama untuk segera menyatu dengan komposisi pemain yang tersedia.
Juru taktik asal Inggris tersebut diharapkan mampu membedah potensi besar dari talenta-talenta yang saat ini sudah memperkuat seragam Merah Putih.
Eksperimen taktis jauh lebih diprioritaskan oleh tim kepelatihan dibandingkan mencari sosok baru yang belum tentu cocok dengan filosofi tim.
Hingga kini, sang pelatih sedang mendalami karakteristik setiap individu agar bisa menerapkan strategi permainan yang paling efektif dan mematikan.
"Maret 2026, sekarang sudah Februari 2026. Terlalu dekat untuk melakukan naturalisasi," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Kolombia vs Portugal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027
-
3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Lionel Messi Terancam Tergusur di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 karena Sosok Ini
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
2 Rekor Buruk Coreng Wajah Jerman usai Dihajar Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol