- Emil Audero belum merasakan kemenangan bersama Cremonese dalam dua bulan terakhir setelah kalah 1-2 dari Atalanta pada Selasa (10/2).
- Cremonese melewati 10 pertandingan Serie A tanpa kemenangan dengan rincian tiga imbang dan tujuh kalah, menempatkan mereka di peringkat 16.
- Jadwal berat menanti Emil Audero karena harus menghadapi Genoa, AS Roma, dan AC Milan dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi.
Suara.com - Emil Audero Mulyadi tengah merasakan fase berat dalam kariernya bersama Cremonese di kompetisi Serie A Italia musim 2025/2026.
Kiper andalan Timnas Indonesia ini terpaksa menelan pil pahit karena timnya tak kunjung meraih kemenangan dalam dua bulan terakhir.
Rentetan hasil buruk ini semakin panjang usai Cremonese takluk 1-2 dari Atalanta pada laga pekan terbaru, Selasa (10/2) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut memastikan puasa kemenangan skuad asuhan Davide Nicola genap berlangsung selama dua bulan penuh.
Terakhir kali Emil Audero merasakan manisnya tiga poin adalah saat menundukkan Lecce dengan skor 2-0 pada 7 Desember tahun lalu.
Sejak momen kemenangan itu, Cremonese harus melewati 10 pertandingan Serie A tanpa sekalipun meraih hasil maksimal.
Statistik mencatat mereka hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan harus menderita tujuh kekalahan dalam periode kelam tersebut.
Situasi sulit ini berdampak langsung pada posisi Cremonese yang kini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.
Jarak mereka dengan zona aman papan tengah semakin jauh karena terpaut tujuh angka dari Bologna yang menduduki posisi ke-10.
Baca Juga: Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
Ancaman degradasi kian membayangi mengingat mereka hanya unggul lima poin dari Fiorentina yang berada di papan bawah.
Kondisi klasemen yang sangat rapat membuat setiap pertandingan ke depan menjadi laga hidup mati bagi Emil Audero untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Di tengah tekanan besar, pelatih Cremonese Davide Nicola menegaskan bahwa anak asuhnya tidak kehilangan semangat juang di lapangan.
Ia menilai para pemain tetap menunjukkan tekad pantang menyerah dan berusaha tampil agresif meski hasil akhir belum memihak.
Nicola juga menekankan pentingnya keberanian memegang bola serta variasi serangan melalui sayap maupun umpan langsung ke kotak penalti.
Menurutnya, gaya bermain terbuka di babak kedua memang berisiko membuka celah di lini belakang, namun strategi bertahan total bukan solusi untuk menang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil