- Pengundian Piala Asia U-17 2026 menempatkan Timnas Indonesia U-17 di Grup C bersama tiga juara sebelumnya.
- Rival Indonesia di grup tersebut adalah Jepang (empat kali juara), China (dua kali juara), dan Qatar (satu kali juara).
- Indonesia adalah satu-satunya tim di Grup C yang belum pernah meraih gelar juara Piala Asia U-17.
Suara.com - Jalur terjal dan penuh tantangan menanti Timnas Indonesia U-17 dalam perjalanannya di Piala Asia U-17 2026.
Hasil undian yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (12/2/2-26), menempatkan Garuda Asia di grup neraka sesungguhnya.
Dalam Grup C, di mana mereka akan dikepung oleh tiga negara yang semuanya memiliki tradisi juara di ajang ini.
Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto harus mempersiapkan diri secara maksimal, karena lawan yang akan dihadapi bukanlah tim sembarangan.
Masing-masing rivalnya pernah berdiri di podium tertinggi kompetisi usia muda paling bergengsi di Asia.
Pertama, ada Jepang sang kolektor gelar terbanyak dengan empat trofi (1994, 2006, 2018, dan 2023).
Status mereka sebagai juara bertahan menjadikan Samurai Biru Muda sebagai unggulan utama dan lawan paling berat di atas kertas.
Kemudian ada China, yang juga memiliki tradisi kuat dengan dua gelar juara, sejajar dengan beberapa negara lain sebagai pemilik trofi terbanyak kedua.
Meskipun trofi terakhir mereka diraih pada edisi 2004, kekuatan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Baca Juga: Pesan Nova Arianto untuk Kurniawan Dwi Yulianto
Apalagi dalam dua laga uji coba terbaru melawan Timnas Indonesia U-17, China superior dengan meraih kemenangan 7-0 serta 3-2.
Lawan terakhir adalah Qatar yang juga pernah merasakan manisnya menjadi juara di ajang Piala Asia U-17.
Meski hanya sekali, Qatar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan progres pengembangan sepak bola yang signifikan dan siap kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Timur Tengah.
Di tengah kepungan para raksasa tersebut, Timnas Indonesia U-17 menjadi satu-satunya tim di Grup C yang belum pernah merasakan manisnya gelar juara.
Prestasi terbaik Garuda Asia di ajang ini adalah saat berhasil finis sebagai peringkat keempat pada edisi 1990.
Walau begitu, bukan berarti Skuad Garuda harus berkecil hati. Pengalaman di edisi sebelumnya menjadi bukti bahwa tim Merah Putih mampu membuat kejutan.
Kala itu, tim yang masih ditangani Nova Arianto tampil perkasa di fase grup dengan menyapu bersih tiga kemenangan, termasuk menumbangkan tim kuat seperti Korea Selatan dengan skor 1-0, sebelum akhirnya langkah mereka terhenti di babak 16 besar.
Tag
Berita Terkait
-
Nova Arianto Buka Suara Usai Timnas Indonesia U-17 Dibekuk China, Singgung Ekspektasi Tinggi
-
Era Baru Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto Bisa Lirik Playmaker PSV Keturunan Bogor
-
Hasil Drawing Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia di Grup Neraka Bareng Jepang dan China
-
Siapa Dwi Prio Utomo? Bukan Orang Baru, Asisten Kurniawan Dwi Yulianto di Timnas Indonesia U-17
-
Regenerasi, Anak Legenda Persipura Jadi Andalan Baru Timnas Indonesia U-17
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali