Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 07:06 WIB
Timnas Indonesia U-17 masuk grup neraka di Piala Asia U-17 2026. [Instagram @timnasindonesia]
Baca 10 detik
  • Pengundian Piala Asia U-17 2026 menempatkan Timnas Indonesia U-17 di Grup C bersama tiga juara sebelumnya.
  • Rival Indonesia di grup tersebut adalah Jepang (empat kali juara), China (dua kali juara), dan Qatar (satu kali juara).
  • Indonesia adalah satu-satunya tim di Grup C yang belum pernah meraih gelar juara Piala Asia U-17.

Suara.com - Jalur terjal dan penuh tantangan menanti Timnas Indonesia U-17 dalam perjalanannya di Piala Asia U-17 2026.

Hasil undian yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (12/2/2-26), menempatkan Garuda Asia di grup neraka sesungguhnya.

Dalam Grup C, di mana mereka akan dikepung oleh tiga negara yang semuanya memiliki tradisi juara di ajang ini.

Tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto harus mempersiapkan diri secara maksimal, karena lawan yang akan dihadapi bukanlah tim sembarangan.

Masing-masing rivalnya pernah berdiri di podium tertinggi kompetisi usia muda paling bergengsi di Asia.

Pertama, ada Jepang sang kolektor gelar terbanyak dengan empat trofi (1994, 2006, 2018, dan 2023).

Status mereka sebagai juara bertahan menjadikan Samurai Biru Muda sebagai unggulan utama dan lawan paling berat di atas kertas.

Kemudian ada China, yang juga memiliki tradisi kuat dengan dua gelar juara, sejajar dengan beberapa negara lain sebagai pemilik trofi terbanyak kedua.

Meskipun trofi terakhir mereka diraih pada edisi 2004, kekuatan mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.

Baca Juga: Pesan Nova Arianto untuk Kurniawan Dwi Yulianto

Apalagi dalam dua laga uji coba terbaru melawan Timnas Indonesia U-17, China superior dengan meraih kemenangan 7-0 serta 3-2.

Lawan terakhir adalah Qatar yang juga pernah merasakan manisnya menjadi juara di ajang Piala Asia U-17.

Meski hanya sekali, Qatar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan progres pengembangan sepak bola yang signifikan dan siap kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Timur Tengah.

Di tengah kepungan para raksasa tersebut, Timnas Indonesia U-17 menjadi satu-satunya tim di Grup C yang belum pernah merasakan manisnya gelar juara.

Prestasi terbaik Garuda Asia di ajang ini adalah saat berhasil finis sebagai peringkat keempat pada edisi 1990.

Walau begitu, bukan berarti Skuad Garuda harus berkecil hati. Pengalaman di edisi sebelumnya menjadi bukti bahwa tim Merah Putih mampu membuat kejutan.

Kala itu, tim yang masih ditangani Nova Arianto tampil perkasa di fase grup dengan menyapu bersih tiga kemenangan, termasuk menumbangkan tim kuat seperti Korea Selatan dengan skor 1-0, sebelum akhirnya langkah mereka terhenti di babak 16 besar.

Load More