-
Kiper keturunan Bali Tony Kouwen jalani trial prestisius di klub raksasa Atletico Madrid.
-
Agen sebut kualitas dan fokus Tony Kouwen sangat bersinar selama masa magang tersebut.
-
Pemain berusia 16 tahun ini memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek asal Bali.
Kakeknya merupakan sosok asli yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Pulau Dewata, Bali.
Fakta mengenai identitas ini sudah dikonfirmasi secara langsung oleh Tony melalui sebuah unggahan digital baru-baru ini.
“Kakek dari ibu saya adalah orang Bali. Keluarga ayah saya adalah orang Belanda dan sedikit Thailand tetapi tidak Thailand,” bunyi unggahan akun @pemaian_keturunan.
Hubungan emosional dengan Indonesia inilah yang membuat publik sepak bola tanah air mulai menaruh harapan besar.
Sebelum terbang ke Spanyol, Tony tercatat sebagai bagian dari skuad muda FC Dordrecht di kategori U-15.
Klub tersebut memang dikenal sebagai produsen pemain berbakat yang sering dilirik oleh tim-tim besar Eropa.
Karier sepak bola Tony dimulai saat ia masih berusia sembilan tahun ketika membela klub SC Welberg.
Seiring berjalannya waktu, bakatnya terus terasah hingga ia sempat singgah di beberapa klub lintas negara.
Ia pernah menimba ilmu di klub Belgia, Waasland-Beveren, serta beberapa tim Belanda seperti RKVV Roosendaal.
Baca Juga: Dihajar 4 Gol di Babak Pertama, Hansi Flick Jabarkan Masalah Barcelona saat Hadapi Atletico
Selain itu, Tony juga tercatat pernah mencicipi atmosfer kepelatihan di NAC Breda serta ADO Den Haag.
Pengalaman yang paling mentereng adalah saat ia mendapatkan kesempatan untuk memperkuat tim Feyenoord U-17.
Rentetan pengalaman di berbagai akademi ternama ini membentuk karakter permainannya menjadi sangat matang di usia muda.
Kini, trial bersama Atletico Madrid menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan profesional sang kiper muda tersebut.
Meskipun statusnya masih dalam tahap pengujian, kesempatan berlatih di fasilitas elite dunia adalah keuntungan besar.
Situasi ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi penjaga gawang Timnas Indonesia di level internasional ke depannya.
Secara aturan, Tony sangat memungkinkan untuk diproses menjadi bagian dari skuad Garuda jika memang dibutuhkan pelatih.
Nama Tony Kouwen kemungkinan besar sudah masuk dalam buku catatan tim pemandu bakat PSSI di luar negeri.
Apalagi pelatih Timnas Indonesia saat ini sangat gemar memantau pemain muda potensial yang berkarier di liga-liga Eropa.
Jika proses adaptasi dan administrasi berjalan lancar, Tony bisa menjadi benteng pertahanan terakhir Indonesia di masa depan.
Publik berharap agar Tony bisa mendapatkan kontrak permanen atau setidaknya pengalaman maksimal selama berada di Madrid.
Keberadaannya di Spanyol membuktikan bahwa talenta keturunan Indonesia mampu bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia.
Setiap menit latihan yang ia jalani bersama Atletico akan meningkatkan kapasitas teknik serta kepercayaan diri sang pemain.
Masa depan cerah menanti Tony Kouwen baik di level klub profesional maupun dalam seragam Merah Putih nanti.
Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan karier sang "Kiper Bali" ini di kancah sepak bola internasional yang kompetitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil