-
Sumardji dihukum FIFA 20 pertandingan dan denda Rp324 juta akibat insiden wasit China.
-
Meski dilarang masuk ruang ganti, Sumardji tetap mendampingi Timnas di hotel dan stadion.
-
Aksi penyerangan wasit dilakukan Sumardji karena ingin melindungi para pemain Timnas Indonesia.
"Jujur saya kaget kenapa sanksinya besar sekali sampai 20 pertandingan resmi FIFA. Itu cukup memberatkan. Saya tidak membantah, saya akui itu salah," kata Sumardji.
Ia mengungkapkan bahwa tindakannya di lapangan dipicu oleh rasa khawatir terhadap keselamatan para pemain Timnas.
Menurutnya, tensi pertandingan saat itu sangat tinggi dan ia merasa perlu melakukan intervensi fisik secara spontan.
Sumardji merasa wasit terlalu mudah memberikan kartu kepada pemain Indonesia sehingga ia mencoba memberikan perlindungan.
Ia mengibaratkan perannya di dalam tim nasional bukan sekadar manajer, melainkan sosok pelindung bagi talenta muda.
"Saya hanya ingin pemain ini dilindungi. Saya melihat wasit seperti mencari celah untuk memberi kartu merah, sehingga saat itu saya halangi dengan tangan. Itu berisiko membawa tim. Saya mengibaratkan diri sebagai orang tua yang harus mengamankan dan melindungi anak-anaknya," jelasnya.
Meskipun aksesnya ke area teknis ditutup rapat, ia telah menyiapkan strategi agar kehadirannya tetap terasa oleh tim.
Sumardji tetap memiliki hak untuk tinggal di hotel yang sama dengan para pemain selama masa pemusatan latihan.
Ia juga masih diperbolehkan berangkat menuju stadion menggunakan bus tim selama tidak memasuki zona terlarang.
Baca Juga: Luke Vickery Akui Sudah Dihubungi John Herdman, Peluang Bela Timnas Indonesia Terbuka
Fokus Tatap Agenda FIFA Series 2026
Aturan FIFA hanya melarangnya berada di bangku cadangan (bench) dan masuk ke dalam ruang ganti pemain.
Hukuman berat ini akan mulai diberlakukan secara efektif pada kalender FIFA Series yang jatuh pada Maret 2026.
Meskipun terkena restriksi, Sumardji tetap akan memastikan segala kebutuhan logistik dan akomodasi tim terpenuhi dengan baik.
Bagi dirinya, kepentingan kolektif Skuad Garuda di kualifikasi jauh lebih penting daripada status pribadinya di lapangan.
Dedikasinya tetap utuh untuk memastikan Indonesia mampu bersaing di panggung tertinggi sepak bola internasional tahun depan.
Sumardji berjanji akan mencari celah legal agar tetap bisa memotivasi para pemain di luar jam pertandingan.
Keberadaannya di sekitar skuad diharapkan mampu menjaga mentalitas bertarung para pemain agar tidak kendor.
Ia menyadari kesalahannya namun memilih untuk bangkit dan tetap bekerja di balik layar demi merah putih.
"Yang penting saya masih bisa memberikan dukungan dan kontribusi untuk Timnas Senior. Saya memang tidak boleh di bench, tapi tetap bisa mendampingi di hotel dan berangkat ke stadion, selama tidak masuk ruang ganti,” pungkasnya.
Hingga saat ini, PSSI terus melakukan koordinasi agar sanksi ini tidak mengganggu persiapan teknis timnas ke depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil