Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:34 WIB
Sumardji (IG Sumardji)
Baca 10 detik
  • Sumardji dihukum FIFA 20 pertandingan dan denda Rp324 juta akibat insiden wasit China.

  • Meski dilarang masuk ruang ganti, Sumardji tetap mendampingi Timnas di hotel dan stadion.

  • Aksi penyerangan wasit dilakukan Sumardji karena ingin melindungi para pemain Timnas Indonesia.

"Jujur saya kaget kenapa sanksinya besar sekali sampai 20 pertandingan resmi FIFA. Itu cukup memberatkan. Saya tidak membantah, saya akui itu salah," kata Sumardji.

Ia mengungkapkan bahwa tindakannya di lapangan dipicu oleh rasa khawatir terhadap keselamatan para pemain Timnas.

Menurutnya, tensi pertandingan saat itu sangat tinggi dan ia merasa perlu melakukan intervensi fisik secara spontan.

Sumardji merasa wasit terlalu mudah memberikan kartu kepada pemain Indonesia sehingga ia mencoba memberikan perlindungan.

Ia mengibaratkan perannya di dalam tim nasional bukan sekadar manajer, melainkan sosok pelindung bagi talenta muda.

"Saya hanya ingin pemain ini dilindungi. Saya melihat wasit seperti mencari celah untuk memberi kartu merah, sehingga saat itu saya halangi dengan tangan. Itu berisiko membawa tim. Saya mengibaratkan diri sebagai orang tua yang harus mengamankan dan melindungi anak-anaknya," jelasnya.

Meskipun aksesnya ke area teknis ditutup rapat, ia telah menyiapkan strategi agar kehadirannya tetap terasa oleh tim.

Sumardji tetap memiliki hak untuk tinggal di hotel yang sama dengan para pemain selama masa pemusatan latihan.

Ia juga masih diperbolehkan berangkat menuju stadion menggunakan bus tim selama tidak memasuki zona terlarang.

Baca Juga: Luke Vickery Akui Sudah Dihubungi John Herdman, Peluang Bela Timnas Indonesia Terbuka

Fokus Tatap Agenda FIFA Series 2026

Aturan FIFA hanya melarangnya berada di bangku cadangan (bench) dan masuk ke dalam ruang ganti pemain.

Hukuman berat ini akan mulai diberlakukan secara efektif pada kalender FIFA Series yang jatuh pada Maret 2026.

Meskipun terkena restriksi, Sumardji tetap akan memastikan segala kebutuhan logistik dan akomodasi tim terpenuhi dengan baik.

Bagi dirinya, kepentingan kolektif Skuad Garuda di kualifikasi jauh lebih penting daripada status pribadinya di lapangan.

Dedikasinya tetap utuh untuk memastikan Indonesia mampu bersaing di panggung tertinggi sepak bola internasional tahun depan.

Load More