Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 16:04 WIB
Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno berharap Pemprov DKI melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) segera melakukan perbaikan pada infrastruktur Jakarta International Stadium (JIS). (Suara.com/Fakhri)
Baca 10 detik
  • Ketua The Jakmania meminta Persija Jakarta wajib menang terus agar peluang juara tetap terbuka pasca-kekalahan.
  • Saat ini Persija mengoleksi lima kekalahan, terpaut enam poin dari pemuncak klasemen sementara Persib Bandung.
  • Persija akan menghadapi Bali United di laga tandang krusial yang dapat menentukan arah perburuan gelar juara musim ini.

Suara.com - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, melontarkan peringatan tegas kepada skuad Persija Jakarta agar tidak lagi kehilangan poin di sisa musim ini.

Menurutnya, peluang juara masih terbuka, namun syaratnya jelas: tidak boleh ada lagi hasil imbang, apalagi kekalahan.

Saat ini, Persija sudah mencatatkan lima kekalahan dari 20 pertandingan yang dijalani. Rinciannya, 13 kemenangan, dua hasil imbang, dan lima kali tumbang.

Secara matematis, angka tersebut masih menjaga persaingan. Namun secara teori dan tren beberapa musim terakhir, batas toleransi kekalahan untuk calon juara sebenarnya sudah berada di titik kritis.

Situasi semakin sulit setelah Persija takluk 0-2 dari Arema FC. Kekalahan itu membuat jarak dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, melebar menjadi enam poin. Jika kembali terpeleset, jalan tangga juara akan semakin berat.

Persija Jakarta (IG Persija Jakarta)

Statistik berbicara dengan jelas. Dalam beberapa musim terakhir, tim yang keluar sebagai kampiun rata-rata hanya menelan tiga sampai lima kekalahan.

Bali United saat juara musim 2021/2022 hanya kalah lima kali.

Semusim berikutnya, PSM Makassar bahkan cuma tiga kali merasakan kekalahan. Persib pun musim lalu mengangkat trofi dengan catatan tiga kekalahan saja.

Satu-satunya hal yang terjadi pada musim 2019 ketika Bali United tetap juara meski menelan tujuh kekalahan. Namun, kondisi seperti itu sangat jarang terulang dan bergantung pada banyak faktor lain.

Baca Juga: GBK Dipakai Timnas Indonesia, Persija Bidik JIS saat Jamu PSM Makassar

"Saya berharap sih, kami berharap, setelah ini tidak ada kata lain selain menang di setiap pertandingan. Sudah enggak ada lah seri atau kalah, sudah gak ada urusan," kata Diky Soemarno.

"Memang treknya masih (di jalur) juara. Karena kita kalau gak salah udah lima kali kalah. Dan, secara teorinya kan memang kalau sudah lebih dari lima kali kalah sudah agak susah tuh ngejar jadi juara, kecuali ada hal-hal lain yang terjadi," jelasnya.

Diky juga menggambarkan kekalahan di kandang Arema sebagai hasil yang sulit diterima. Bermain di markas sendiri seharusnya menjadi keuntungan besar bagi Persija, bukan malah menjadi celah yang dimanfaatkan lawan lewat dua serangan balik.

Selanjutnya, Persija akan menjalani laga tandang ke Stadion I Wayan Dipta menghadapi Bali United pada Minggu (15/2/2026).

Pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu arah musim Macan Kemayoran, apakah tetap dalam jalur juara atau mulai tertinggal dari kompetisi papan atas.

Memang ini baru sekali kalah (di kandang), tapi kekalahan ini sebenarnya sulit diterima juga begitu lho karena kita main di kandang, artinya kandang kita itu seharusnya menjadi kandang yang seram,” ujar Diky.

“Tapi ya ternyata kita kalah dengan dua serangan balik dari Arema, ya harusnya pelatih tahu kelemahan itu di mana,” pungkasnya.

Load More