- Sepanjang sejarah 22 edisi Piala Dunia, seluruh tim juara selalu dilatih oleh pelatih berkebangsaan yang sama dengan timnya.
- Brasil dan Inggris menentang tradisi ini dengan menunjuk Carlo Ancelotti dan Thomas Tuchel sebagai pelatih asing mereka.
- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menguji apakah tradisi dominasi pelatih lokal tetap berlanjut.
Suara.com - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada diprediksi bukan hanya menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah.
Lebih dari itu, ajang empat tahuna ini juga kembali menguji tradisi yang tak pernah luntur dalam 22 edisi sebelumnya, negara juara selalu ditangani pelatih lokal.
Di tengah sepak bola klub yang kian global dan multinasional, Piala Dunia tetap tunduk pada logika identitas.
Faktor rasa memiliki, pemahaman budaya, hingga kedekatan emosional diyakini menjadi pembeda antara tim hebat dan juara sejati.
Sejarah Berpihak pada Pelatih Lokal
Sejak edisi pertama 1930, seluruh juara dunia dilatih oleh pelatih berkebangsaan sama dengan timnya. Dari Uruguay, Italia, Brasil, Jerman, hingga Argentina, pola itu tak pernah berubah.
Teranyar, Lionel Scaloni membawa Argentina juara Piala Dunia 2022. Ia melanjutkan tradisi panjang pelatih lokal yang memahami betul karakter dan kultur sepak bola negaranya.
Hal serupa terjadi pada Prancis bersama Didier Deschamps, Jerman dengan Julian Nagelsmann, Spanyol di bawah Luis de la Fuente, hingga Belanda bersama Ronald Koeman.
Brasil dan Inggris Ambil Risiko Besar
Baca Juga: Belanda Resmi Tentukan Basecamp Piala Dunia 2026: Iklim Sejuk Jadi Pertimbangan
Berbeda dengan kandidat lain, Brasil dan Inggris justru menantang sejarah.
Brasil menunjuk Carlo Ancelotti untuk memimpin Selecao di 2026. Secara prestasi klub, Ancelotti tak terbantahkan.
Namun, belum pernah ada pelatih asing yang sukses membawa tim nasional juara dunia.
Publik Brasil masih terbelah. Apakah pendekatan taktis khas Eropa bisa menyatu dengan kebebasan kreatif pemain seperti Vinicius Jr?
Situasi serupa terjadi di Inggris yang kini dilatih Thomas Tuchel. Meski memulai dengan hasil impresif di kualifikasi, keputusan FA menunjuk pelatih Jerman tetap memicu perdebatan nasional.
Inggris belum juara sejak 1966, dan kini berharap pendekatan pragmatis Tuchel mampu memutus kutukan panjang.
Berita Terkait
-
Belanda Resmi Tentukan Basecamp Piala Dunia 2026: Iklim Sejuk Jadi Pertimbangan
-
Indonesia Incar Piala Dunia Futsal 2028, Argentina dan Maroko Jadi Saingan Berat
-
Resmi! Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak dengan Timnas Inggris hingga 2028
-
Timnas Jerman Krisis Kiper, Manuel Neuer Comeback di Piala Dunia 2026?
-
Thomas Tuchel Perpanjang Kontrak Sampai 2028, Manchester United Gigit Jari
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub