Bola / Bola Dunia
Jum'at, 13 Februari 2026 | 20:43 WIB
Rusuh suporter di Liga Brasil [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kericuhan suporter terjadi pada semifinal Campeonato Maranhense (Moto Club vs IAPE) yang memaksa penghentian laga.
  • Suporter tuan rumah menyerbu lapangan menyerang pemain IAPE karena timnya tertinggal 0-2 pada menit ke-38.
  • Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa; IAPE lolos ke final.

Suara.com - Kericuhan antara suporter pecah di pertandingan sepak bola yang membuat pihak kepolisian menembakkan peluru karet, gas air mata dan semprotan merica.

Kericuhan di lapangan sepak bola itu terjadi pada semifinal Campeonato Maranhense di Brasil yang mempertmukan Moto Club vs IAPE.

Pertandingan leg kedua yang digelar Rabu malam waktu setempat terpaksa dihentikan setelah suporter tuan rumah menyerbu lapangan dan menyerang pemain lawan.

Insiden memalukan itu memaksa polisi militer turun tangan dengan menembakkan peluru karet serta menyemprotkan gas air mata serta semprotan lada untuk membubarkan massa.

Sebelum kericuhan pecah, IAPE tampil dominan. Mereka sudah unggul 2-0 pada menit ke-38 dan memimpin agregat 4-1.

Rusuh suporter di Liga Brasil [Istimewa]

Situasi tersebut memicu kemarahan pendukung Moto Club, yang timnya belum lagi menjuarai kompetisi ini sejak 2018.

Dilansir dari media lokal setempat, sejumlah suporter melompati pagar pembatas dan berlari ke tengah lapangan.

Beberapa pemain IAPE menjadi sasaran. Penyerang IAPE, Andrezinho, bahkan sempat dikepung oleh tiga orang penyusup sebelum aparat keamanan tiba.

Alih-alih langsung meredam situasi, intervensi aparat justru menambah kepanikan.

Baca Juga: Rekam Jejak Jefferson Carioca: Gelandang Timnas Brasil yang Direkrut Persis Solo

Polisi menggunakan gas air mata dan semportan merica untuk membubarkan massa.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pemain Moto Club turut terkena semprotan dari jarak dekat meski tidak terlibat bentrokan.

Para pemain terlihat menutup wajah mereka akibat efek gas tersebut, sementara suporter berlarian meninggalkan area lapangan.

Pertandingan akhirnya resmi dihentikan pada menit ke-41. Otoritas kompetisi memutuskan IAPE berhak melaju ke final.

Di partai final, IAPE akan menghadapi Maranhao yang telah mengoleksi 16 gelar. Duel final akan berlangsung dua leg, dengan laga pertama digelar pada 21 Februari dan leg kedua empat hari berselang.

Kontributor: Azka Putra

Load More