- Kebijakan imigrasi AS membekukan visa bagi suporter dari 15 negara peserta Piala Dunia 2026.
- Memo internal Departemen Luar Negeri AS mengungkap pembekuan visa ini mulai berlaku 21 Januari 2026.
- Pembekuan visa ini berpotensi mengurangi kehadiran penonton signifikan pada pertandingan fase grup tertentu.
Suara.com - Piala Dunia 2026 kembali menghadapi rintangan serius setelah kebijakan imigrasi Amerika Serikat memicu kekacauan besar.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan membekukan pengajuan visa bagi warga dari 75 negara, termasuk suporter dari 15 negara yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Kebijakan tersebut terungkap melalui memo internal Departemen Luar Negeri AS yang dirilis pada Rabu (14/1/2026) waktu setempat.
Dalam memo itu, para petugas konsuler diperintahkan untuk menolak sementara permohonan visa dari negara-negara yang masuk daftar, sambil pemerintah AS meninjau ulang prosedur penyaringan dan pemeriksaan pemohon visa.
Dari total 75 negara yang terdampak, 15 di antaranya merupakan peserta Piala Dunia 2026.
Dilansir dari Dailymail, tim besar seperti Brasil, masuk dalam daftar tersebut.
Selain Brasil, negara lain yang terdampak adalah Maroko, Haiti, Aljazair, Tanjung Verde, Kolombia, Pantai Gading, Mesir, Ghana, Iran, Yordania, Senegal, Tunisia, Uruguay, dan Uzbekistan.
Situasi ini berpotensi menimbulkan dampak besar pada atmosfer turnamen.
Tiga dari empat tim di Grup C yang diisi Skotlandia bahkan berasal dari negara yang terkena pembekuan visa, yakni Brasil, Maroko, dan Haiti.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
Kondisi ini bisa membuat laga-laga fase grup Skotlandia di Foxborough dan Miami berlangsung dengan tribun yang jauh dari penuh.
Departemen Luar Negeri AS disebut akan mulai menerapkan pembekuan visa tanpa batas waktu tersebut pada 21 Januari 2026.
Hingga kini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait dampak kebijakan ini terhadap kehadiran suporter di stadion.
Dalam memo tersebut, petugas konsuler juga diarahkan untuk menolak pemohon visa yang dinilai berpotensi bergantung pada bantuan publik di Amerika Serikat.
Sejumlah faktor akan menjadi bahan pertimbangan, termasuk kondisi kesehatan, usia, hingga kemampuan berbahasa Inggris.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Piggott, menegaskan kebijakan ini merupakan bagian dari kewenangan lama pemerintah AS.
“Departemen Luar Negeri akan menggunakan kewenangan yang dimilikinya untuk menyatakan tidak memenuhi syarat bagi calon imigran yang berpotensi menjadi beban publik dan mengeksploitasi kemurahan hati rakyat Amerika,” ujarnya.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
-
Eks Mega Bintang Futsal Timnas Brasil Tak Sabar Unjuk Gigi di Indonesia
-
Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Berapa Ranking FIFA Bulgaria?
-
Statistik Suram Bulgaria, Timnas Indonesia Era John Herdman Auto Menang?
-
Jadi Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Bulgaria Ternyata Eks Persipura dan Asisten Skuad Garuda
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Arsenal Kalah di Final UCL, Martin Keown Desak Arteta Belanja di Posisi Ini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Liverpool Pecat Arne Slot, Andoni Iraola Jadi Kandidat Terkuat Pengganti
-
Arsenal Kalah Adu Penalti dari PSG, Declan Rice: Ini Seperti Seperti Lotere
-
Model OnlyFans Janjikan Malam Panas untuk Kiper PSG, Istri Langsung Pasang Badan
-
PSG Back to Back Juara, Luis Enrique: Lawan Arsenal Jauh Lebih Melelahkan!
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Berapa UCL PSG usai Menang Lawan Arsenal? Ini Sepak Terjang di Champions League
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk PSG Usai Juarai Liga Champions