Bola / Liga Inggris
Jum'at, 13 Februari 2026 | 22:15 WIB
Arsenal vs Manchester City: Guardiola Ragu Rodri Bisa Main [Instagram Rodri]
Baca 10 detik
  • Gelandang Manchester City, Rodri, didakwa FA karena komentar pasca laga imbang 2-2 kontra Tottenham Hotspur 1 Februari.
  • Rodri menyiratkan wasit tidak netral dan keputusan pertandingan tidak adil melalui wawancara dengan Stan Sport.
  • Rodri harus merespons dakwaan FA sebelum 18 Februari, menghadapi potensi hukuman larangan bertanding oleh panel independen.

Suara.com - Gelandang andalan Manchester City, Rodri, terancam hukuman larangan bertanding setelah didakwa melakukan pelanggaran oleh The Football Association (FA).

Kasus ini bermula dari komentar Rodri usai laga imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur di Premier League pada 1 Februari lalu.

Dalam wawancara dengan media Australia, Stan Sport, gelandang Timnas Spanyol itu menyebut wasit “harus netral” dan menyiratkan ketidakpuasan terhadap keputusan pertandingan.

City sempat unggul 2-0 di Tottenham Hotspur Stadium, namun tuan rumah bangkit menyamakan kedudukan.

Salah satu momen yang memicu kontroversi adalah gol pertama Dominic Solanke yang dianggap kubu City seharusnya dianulir karena dugaan pelanggaran terhadap Marc Guehi. Pertandingan tersebut dipimpin wasit Robert Jones.

“Saya tahu kami terlalu sering menang dan orang-orang tidak ingin kami menang, tetapi wasit harus netral dan bagi saya, ini tidak adil.” ujar Rodri usai pertandingan.

Ia juga menambahkan bahwa timnya merasa frustrasi karena keputusan tersebut dinilai jelas merugikan mereka.

FA pada Jumat (13/2/2026) mengonfirmasi bahwa Rodri telah didakwa atas dugaan pelanggaran aturan, tepatnya terkait komentar yang mengisyaratkan bias atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan, yang bertentangan dengan FA Rule 3.1.

Rodri diberi tenggat waktu hingga Rabu, 18 Februari, untuk memberikan respons atas dakwaan tersebut.

Baca Juga: Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League

Kasus ini selanjutnya akan diputuskan oleh panel independen, dengan kemungkinan sanksi berupa larangan bertanding.

Kasus serupa pernah terjadi pada 2023 ketika mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, mendapat hukuman larangan mendampingi tim setelah menyebut wasit Paul Tierney memiliki sesuatu melawan timnya.

Kontributor: Adam Ali

Load More