- Tony Kouwen sedang menjalani trial di Atletico Madrid dan memiliki darah Indonesia dari ibunya, Corrina Kouwen, yang kakeknya berasal asli dari Bali.
- Kiper berusia 16 tahun ini memiliki rekam jejak akademi yang panjang mulai dari FC Dordrecht, Feyenoord U-17, hingga klub Belgia Waasland-Beveren.
- Pihak agensi menyebut Tony menunjukkan performa impresif selama di Spanyol, membuka peluang baginya untuk menjadi aset masa depan Timnas Indonesia.
Suara.com - Nama Tony Kouwen mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air setelah kabar dirinya menjalani trial di klub raksasa Spanyol, Atletico Madrid, mencuat ke publik.
Kiper keturunan Bali yang baru berusia 16 tahun ini sukses menarik perhatian pemandu bakat Los Rojiblancos berkat penampilan impresifnya di level akademi Eropa.
Banyak yang penasaran mengenai asal-usul darah Indonesia Tony Kouwen yang disebut-sebut bisa menjadi aset berharga bagi masa depan Timnas Indonesia.
Kabar membanggakan ini pertama kali dikonfirmasi oleh pihak agensi sang pemain yang menyebut kliennya tengah mengikuti masa uji coba di fasilitas latihan Atletico Madrid.
Manajemen sang pemain merasa sangat bangga karena Tony mampu menunjukkan kualitas teknis dan mental yang kuat di hadapan para pelatih klub papan atas La Liga tersebut.
Pemuda kelahiran Belanda pada 4 Oktober 2009 ini dinilai memiliki potensi besar sebagai penjaga gawang modern meski usianya masih sangat belia.
Darah Indonesia yang mengalir deras di tubuh Tony Kouwen ternyata berasal dari garis keturunan sang ibu yang bernama Corrina Kouwen.
Secara spesifik, kakek dari pihak ibunya merupakan orang asli yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Pulau Dewata, Bali.
Identitas tersebut bahkan telah dikonfirmasi langsung oleh Tony melalui sebuah unggahan digital yang menegaskan bahwa kakek dari ibunya adalah orang Bali.
Baca Juga: Gagal Bela Timnas Indonesia, Striker Keturunan Maluku Ini Malah Jadi Mesin Gol di Belanda
Sementara itu, keluarga dari pihak ayahnya diketahui merupakan warga negara Belanda dengan sedikit campuran darah Thailand.
Sebelum terbang ke Spanyol untuk menjalani trial, Tony tercatat sebagai bagian penting dari skuad muda FC Dordrecht di kategori U-15.
Ia memulai karier sepak bolanya sejak usia sembilan tahun di SC Welberg sebelum menimba ilmu di klub Belgia, Waasland-Beveren.
Pengalaman Tony semakin kaya karena pernah merasakan atmosfer pembinaan di klub-klub top Belanda seperti NAC Breda, ADO Den Haag, hingga Feyenoord U-17.
Rentetan pengalaman di berbagai akademi lintas negara ini membentuk karakter permainan Tony menjadi sangat matang di usia muda.
Dengan latar belakang keturunan yang jelas dan valid, Tony Kouwen sangat memungkinkan untuk diproses menjadi bagian dari skuad Garuda di masa depan jika performanya terus meningkat.
Nama Tony kemungkinan besar sudah masuk dalam radar pemantauan PSSI, mengingat tren pelatih timnas saat ini yang gemar mencari talenta diaspora berkualitas di Eropa.
Trial di Atletico Madrid ini menjadi langkah besar yang bisa membuka jalan karier profesionalnya di level tertinggi sepak bola dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026
-
Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026
-
Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum
-
Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?
-
Piala Dunia 2026 Patahkan Logika Statistik: Sepak Bola Tak Bisa Diukur dengan Algoritma
-
Hujan Lebat dan Badai Petir, Laga Timnas Meksiko vs Ekuador Ditunda
-
Haaland Kembali Jadi Pahlawan meski Norwegia Minim Peluang, Pelatih: Dia Finisher Terbaik di Dunia
-
Swedia Digilas Tiga Gol, Gary Neville Sebut Timnas Perancis Berada di Level yang Berbeda
-
Kylian Mbappe Soal Prancis Jumpa Paraguay di 16 Besar: Itu Nanti, Fokus Saya Mencari AC Sekarang!
-
Statistik Mengagumkan Bikin AS Monaco Yakin Permanenkan Ansu Fati dari Barcelona