Bola / Bola Indonesia
Senin, 16 Februari 2026 | 10:52 WIB
Jay Idzes (Juventus)
Baca 10 detik
  • Jay Idzes mencetak rekor akurasi umpan 95 persen saat Sassuolo mengalahkan Udinese 2-1.

  • Sassuolo berhasil melakukan comeback gemilang melalui gol Armand Lauriente dan Andrea Pinamonti.

  • Kemenangan krusial ini mengamankan posisi Sassuolo di papan tengah klasemen sementara Liga Italia.

Suara.com - Punggawa Timnas Indonesia kembali mencuri perhatian di kancah sepak bola kasta tertinggi Italia bersama klubnya.

Jay Idzes menunjukkan kelasnya sebagai bek modern dengan catatan statistik yang sangat mengesankan di lapangan hijau.

Penampilan solidnya menjadi kunci keberhasilan tim berjuluk I Neroverdi dalam membawa pulang poin penuh pekan ini.

Dalam laga kontra Udinese, pemain bertahan andalan Indonesia ini tampil penuh dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Berdasarkan data statistik terbaru, ia dinobatkan sebagai pemain dengan distribusi bola paling efektif selama pertandingan berlangsung.

Statistik Mengagumkan Sang Bek Timnas Indonesia

Angka tersebut menunjukkan tingkat presisi yang luar biasa bagi seorang pemain yang beroperasi di jantung pertahanan.

Rasio keberhasilan operannya menyentuh angka 95 persen yang menjadikannya pemain terbaik dalam aspek distribusi bola tersebut.

Kehebatan Idzes dalam mengalirkan bola dari lini belakang memudahkan timnya membangun serangan dengan sangat rapi dan terukur.

Baca Juga: Hasil Serie A Italia: Penyelamatan Krusial Emil Audero Bikin Pemain Genoa Frustasi

Tidak mengherankan jika namanya terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola tanah air dan Italia.

Sassuolo Sempat Tertinggal di Babak Pertama

Pertarungan yang berlangsung di markas Udinese tersebut sejatinya tidak dimulai dengan mudah bagi skuad asuhan Fabio Grosso.

Tuan rumah langsung memberikan tekanan hebat sejak menit awal untuk mengincar gol cepat ke gawang Sassuolo.

Idzes harus bahu-membahu bersama rekannya, Tarik Muharemovic, untuk membendung gelombang serangan yang datang bertubi-tubi tanpa henti.

Gawang Sassuolo akhirnya terkoyak pada menit ke-10 akibat serangan kilat yang dibangun oleh barisan penyerang lawan.

Oumar Solet menjadi sosok yang memecah kebuntuan bagi Udinese setelah memaksimalkan umpan matang dari rekan satu timnya.

Kebangkitan Luar Biasa di Paruh Kedua

Memasuki babak kedua, perubahan strategi dilakukan oleh pelatih untuk mengejar ketertinggalan gol yang terjadi di awal laga.

Keputusan tersebut terbukti jitu karena alur permainan tim tamu menjadi jauh lebih hidup dan sangat agresif.

Momentum kebangkitan dimulai pada menit ke-56 saat Armand Lauriente berhasil menyamakan kedudukan melalui penyelesaian akhir yang sangat dingin.

Gol penyeimbang tersebut lahir berkat kerja sama apik yang diawali oleh assist akurat dari striker Andrea Pinamonti.

Kemenangan Comeback yang Sangat Krusial

Hanya berselang dua menit kemudian, pendukung tuan rumah dibuat terdiam saat tim tamu berhasil membalikkan keadaan menjadi unggul.

Kali ini giliran Andrea Pinamonti yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan silang yang sangat mematikan.

Perubahan skor yang sangat cepat dalam waktu singkat tersebut benar-benar meruntuhkan mentalitas bertanding para pemain tuan rumah.

Udinese sempat memberikan perlawanan sengit dan mencoba memasukkan tenaga baru untuk mengejar ketertinggalan gol di sisa waktu.

Bahkan drama sempat terjadi ketika wasit membatalkan gol balasan tuan rumah setelah melakukan peninjauan melalui teknologi asisten video.

Keamanan Papan Tengah Klasemen Liga Italia

Keberhasilan mempertahankan keunggulan ini menjadi obat penawar luka setelah hasil mengecewakan yang didapat pada pertandingan pekan sebelumnya.

Sassuolo kini perlahan mulai menjauh dari zona berbahaya dan terus berupaya merangkak naik ke posisi klasemen yang lebih baik.

Kontribusi Jay Idzes dalam menjaga stabilitas pertahanan sangat vital bagi ambisi klub untuk terus bersaing di papan tengah.

Kematangan bermain yang ditunjukkan bek bertinggi badan 190 cm ini diharapkan terus konsisten hingga akhir musim kompetisi tiba.

Load More