Bola / Bola Indonesia
Rabu, 18 Februari 2026 | 09:59 WIB
Jordi Amat menunjukkan transformasi menarik di fase akhir kariernya bersama Persija Jakarta. [Instagram Persija]
Baca 10 detik
  • Jordi Amat (33 tahun) bertransformasi sebagai gelandang bertahan sukses saat Persija menang 1-0 atas Bali United.
  • Penampilan solidnya di posisi baru tersebut menghasilkan penghargaan pemain terbaik pada laga BRI Super League 2025/2026.
  • Performa impresif Jordi membuka peluang dirinya dipertimbangkan pelatih untuk FIFA Series 2026 Maret mendatang.

Suara.com - Jordi Amat menunjukkan transformasi menarik di fase akhir kariernya bersama Persija Jakarta.

Pada usia 33 tahun, ia justru tampil semakin matang saat dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Peran ini lama tidak menjadi posisi utamanya, namun kini terlihat begitu natural.

Performa terbarunya langsung mencuri perhatian saat Persija menang 1-0 di markas Bali United.

Dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 tersebut, Jordi tampil solid dan meraih penghargaan pemain terbaik.

Pengakuan itu terasa spesial karena ia tampil bukan sebagai bek tengah, melainkan jangkar di lini tengah.

Adaptasinya berjalan mulus dan memberi dimensi baru dalam permainan Macan Kemayoran.

Jordi mengaku bangga dan tak menyangka bisa tampil maksimal di posisi baru tersebut.

Ia bahkan berseloroh bahwa mungkin harus benar-benar mengubah peran bermainnya.

Baca Juga: Lima Talenta Menjanjikan Dari Kasta Kedua Yang Masuk Radar Pantauan Pelatih John Herdman

Mengisi pos gelandang bertahan bukan tugas mudah, apalagi bagi pemain yang lama berkarier sebagai bek.

Peran ini menuntut mobilitas tinggi, kecermatan membaca permainan, dan distribusi bola akurat.

Secara fisik, tuntutan lari dan intensitas duel juga jauh lebih besar.

Namun, Jordi mampu menjawab tantangan itu dengan performa konsisten.

Bahkan, Persija tidak terlalu merasakan absennya Van Basty Sousa yang biasanya mengisi posisi tersebut.

Penampilan impresif ini membuka peluang Jordi kembali dipanggil Timnas Indonesia.

Agenda FIFA Series 2026 pada Maret mendatang bisa menjadi panggung berikutnya.

Pelatih John Herdman berpotensi mempertimbangkan Jordi sebagai opsi di lini tengah, terlebih stok gelandang menipis.

Dengan posisi bek tengah yang relatif aman, pergeseran peran Jordi menjadi solusi taktis yang realistis dan menarik.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More