Bola / Bola Indonesia
Selasa, 17 Februari 2026 | 20:50 WIB
John Herdman
Baca 10 detik
  • John Herdman mencari bakat muda di Pegadaian Championship untuk memperkuat komposisi Timnas Indonesia.

  • Lima pemain menonjol dari kasta kedua dinilai layak mendapatkan perhatian dari tim pelatih.

  • Fokus pemantauan meliputi pemain dari posisi kiper hingga penyerang dengan performa statistik impresif.

Suara.com - Arsitek anyar Timnas Indonesia, John Herdman, kini tengah gencar memperluas jangkauan pemantauan pemainnya hingga ke kasta kedua.

Eks pelatih Kanada ini tidak hanya terpaku pada kompetisi kasta tertinggi, namun juga memberikan perhatian pada Pegadaian Championship.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada talenta berbakat yang terlewatkan dari pengamatan tim kepelatihan nasional Indonesia.

Herdman meyakini bahwa kompetisi di kasta kedua menyimpan banyak permata tersembunyi yang siap untuk dipoles lebih jauh.

Kehadiran pelatih internasional di tribun penonton Liga 2 menjadi angin segar bagi para pesepak bola lokal di sana.

Misi Herdman Mencari Darah Muda

Strategi ini dilakukan karena Herdman ingin memahami struktur piramida sepak bola di tanah air secara lebih mendalam.

Bagi sang pelatih, memantau perkembangan pemain sejak dini di level bawah adalah kunci keberhasilan regenerasi tim nasional.

"Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul," ujar John Herdman.

Baca Juga: Ole Romeny Terancam Dicoret Timnas Indonesia Akibat Minim Menit Bermain dan Mandul di Oxford United

Ia menambahkan bahwa semangat juang para pemain di level ini sangat tinggi untuk menembus kasta yang lebih elit.

"Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda. Pemain yang tengah berjuang untuk mendorong dirinya ke level selanjutnya," jelasnya.

Kiper Tangguh Bekasi City Ikram Algiffari

Nama pertama yang mencuri perhatian adalah Ikram Algiffari yang kini mengawal jaring gawang milik klub FC Bekasi City.

Keputusan berani diambil kiper berusia 20 tahun ini saat meninggalkan Semen Padang demi mendapatkan menit bermain yang konsisten.

Langkah tersebut terbukti efektif karena ia kini menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang tim berjuluk Kuda Hitam.

Load More