-
Persib harus menang selisih empat gol melawan Ratchaburi di Stadion GBLA Bandung.
-
Adaptasi pemain baru dan dukungan penuh Bobotoh menjadi kunci utama misi kebangkitan.
-
Pangeran Biru terinspirasi sejarah comeback besar untuk lolos ke perempat final Asia.
Suara.com - Persib Bandung sedang menatap jalan terjal setelah menelan pil pahit pada pertemuan pertama babak 16 besar.
Kekalahan telak tiga gol tanpa balas di markas Ratchaburi FC menjadi beban yang sangat nyata.
Dua gol dari Pedro Tana ditambah aksi Gabriel Kupa membuat wakil Thailand tersebut kini memegang kendali.
Meskipun tertinggal jauh Pangeran Biru masih menolak untuk menyerah dalam persaingan kasta kedua Asia ini.
Laga hidup mati ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Rabu 18 Februari 2026.
Maung Bandung setidaknya membutuhkan keunggulan selisih empat gol untuk membalikkan keadaan dan lolos otomatis.
Faktor pertama yang menjadi tumpuan harapan adalah kehadiran ribuan pasang mata suporter fanatik di tribun.
Dukungan masif dari Bobotoh diyakini mampu membakar semangat juang para pemain sepanjang pertandingan berlangsung nanti.
Suasana stadion yang berisik biasanya menjadi teror mental yang sangat efektif bagi setiap tim tamu.
Baca Juga: Bojan Hodak Bicara Mental Pemain Persib Jelang Lawan Ratchaburi FC
Tekanan psikologis dari sorakan pendukung tuan rumah seringkali membuat konsentrasi pemain lawan menjadi mudah goyah.
Pecinta sepak bola tanah air tentu menantikan koreografi unik yang biasanya disiapkan Bobotoh pada laga krusial.
Alasan kedua yang menguatkan optimisme adalah proses adaptasi pemain baru yang mulai menunjukkan tren positif.
Para penggawa yang didatangkan pada bursa transfer Januari 2026 kini memiliki waktu latihan yang jauh lebih ideal.
Bojan Hodak terus berupaya mematangkan skema taktik agar koordinasi antar lini berjalan lebih mulus dan efektif.
Nama Sergio Castel sempat memberikan ancaman serius pada leg pertama meskipun belum berhasil mencetak skor maksimal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda
-
Catat! Nonton Piala Dunia 2026 Kini Lebih Gampang
-
Asisten Bojan Hodak Takut Persib Kalah di Laga Pamungkas dan Gagal Juara
-
Inter Keliling Dunia! Chivu Bawa Nerazzurri ke Jerman, Hong Kong, Indonesia?
-
Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
-
Kiper Buangan Pep Guardiola Bongkar Kunci Sukses Arsenal Juara Liga Inggris
-
Cesc Fabregas Ngelamar Jadi Pelatih Inter dengan Presentasi PowerPoint Berujung Ditolak
-
Conte Balik ke Juventus? Drama 12 Tahun yang Bisa Berakhir Musim Panas Ini
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Piala Dunia 2026 Terancam Ricuh, Pekerja Stadion Los Angeles Ancam Mogok