Bola / Liga Inggris
Kamis, 19 Februari 2026 | 10:20 WIB
Kai Havertz merayakan gol bersama rekan-rekannya di Arsenal. (dok. Arsenal)
Baca 10 detik
  • Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan harus puas bermain imbang 2-2 melawan Wolves di Liga Primer.
  • Legenda klub, Martin Keown, menekankan pentingnya respons tim terhadap hasil imbang yang mempersempit jarak poin.
  • Keown menilai absennya Kai Havertz akibat cedera sangat merugikan karena tim kehilangan sosok penentu.

Suara.com - Legenda Arsenal, Martin Keown, menilai hasil imbang 2-2 melawan Wolves bukan akhir dari perburuan gelar Premier League.

Namun, ia mengakui The Gunners kehilangan sosok penting dalam diri Kai Havertz.

Arsenal membuang keunggulan dua gol saat menghadapi Wolves yang baru sekali menang musim ini dan hanya mengoleksi 10 poin dari 27 laga.

Hasil ini membuat jarak dengan rival utama, Manchester City, terpangkas menjadi lima poin.

Arsenal sempat unggul cepat lewat Bukayo Saka sebelum Piero Hincapie menggandakan keunggulan di babak kedua. Namun gol Hugo Bueno dan penyama kedudukan dramatis Tom Edozie di injury time membuyarkan kemenangan di depan mata.

Keown menilai Arsenal gagal menunjukkan determinasi untuk benar-benar “membunuh” pertandingan.

“Rasanya seperti kami berharap bisa menang, bukan benar-benar pergi dan meraihnya. Ini akan menjadi pelajaran bagi tim,” ujar Keown di Premier League Productions.

Menurutnya, musim masih panjang dan peluang juara belum tertutup. Namun yang terpenting adalah bagaimana respons tim setelah terpukul.

“Ini bukan akhir segalanya. Tapi mereka tak bisa terus unggul lalu disamakan. Kuncinya adalah bagaimana mereka bereaksi sekarang.”

Baca Juga: Anomali Arsenal, Mikel Arteta: Sangat Sulit Menerima Hasil ini

Keown secara khusus menyoroti absennya Kai Havertz yang kembali mengalami masalah cedera.

Musim ini, Havertz baru tampil tiga kali di liga dan diperkirakan masih absen setidaknya satu laga lagi.

“Saya ingin melihat Havertz kembali. Dia mungkin menjadi terlalu penting karena cedera lagi. Itu menyakitkan bagi tim,” kata Keown.

“Anda butuh sosok penentu, pemain yang memberi keyakinan dan bisa mengunci pertandingan.”

Pelatih Mikel Arteta juga tak menampik kekecewaan atas hasil imbang 2-2 melawan Wolves meski anak asuhnya sudah unggul 2-0.

“Kami sangat kecewa. Babak kedua tidak menunjukkan level dan standar yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan Premier League,” kata Arteta.

“Kami tidak pernah merasa benar-benar mengendalikan pertandingan," imbuhnya.

Kontributor: M.Faqih

Load More