Bola / Bola Indonesia
Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50 WIB
Striker Persib, Uilliam Barros saat menghadapi Ratchaburi FC. [Suara.com/Rahman]
Baca 10 detik
  • Ratchaburi FC mengalahkan Persib Bandung 1-0 di Bandung pada 18 Februari 2026, lolos agregat 3-1.
  • Gol tunggal kemenangan Persib dicetak oleh Andrew Jung pada menit ke-40 pada laga tersebut.
  • Pelatih Ratchaburi menyatakan kartu merah Persib di akhir babak pertama mempermudah pengendalian pertandingan.

Suara.com - Ratchaburi FC harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor tipis 1-0 pada leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.

Gol tunggal kemenangan Persib pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (18/2/2026), dicetak oleh Andrew Jung menit 40.

Meski begitu defisit gol yang terlalu besar pada pertemuan pertama menjadi penghalang utama bagi skuad Maung Bandung dan akhirnya kalah agregat.

Dengan demikian, Ratchaburi FC dipastikan lolos ke babak 8 Besar AFC Champions League Two 2025/2026 setelah unggul agregat 3-1 atas Persib Bandung.

Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengakui pertandingan leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026 tidak mudah.

Apalagi, sejak kick off dimulai skuad Maung Bandung langsung menekan pertahanan Ratchaburi FC dan menciptakan beberapa peluang. 

"Itu pertandingan yang sulit. Lawan bermain dengan banyak tekanan dan tim kami sempat sedikit gugup," katanya setelah pertandingan.

Meski demikian, anak asuhnya bisa keluar dari tekanan dan momen penting dalam laga tersebut yakni saat Persib harus bermain dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama. 

Seperti diketahui, pada masa injury time babak pertama, Persib harus bermain dengan 10 orang setelah Uilliam Bros diganjar kartu merah karena dianggap melakukan pelanggaran keras.

Baca Juga: Andrew Jung Sesali Kartu Merah Persib, Main 10 Orang Lawan Ratchaburi Itu Sangat Sulit!

Menurut Worrawoot Srimaka, dengan unggul jumlah pemain, pertandingan menjadi lebih mudah bagi pasukannya. 

Walaupun, di babak kedua Persib melakukan serangan dan menciptakan peluang, namun masih bisa diantisipasi oleh pasukannya. 

"Tapi kami mampu kembali ke dalam permainan. Poin paling penting adalah kartu merah. Ketika mereka mendapat kartu merah, permainan menjadi lebih mudah bagi kami," ungkapnya.

Pada pertandingan leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026, pemain Ratchaburi FC terlihat memperlambat permainan yakni ketika melakukan lemparan bola dan set piece. 

Menurut Worrawoot Srimaka, pada pertandingan tersebut anak asuhnya tidak memiliki niat untuk mengulur waktu.

"Saya mungkin tidak terlalu mengikuti detail permainan secara teknis, tapi di babak pertama setiap kali kami memiliki peluang, baik itu set piece atau lemparan ke dalam, kami tidak berniat membuang waktu," katanya. 

Pemain Ratchaburi FC menurutnya mencoba bermain dengan lebih detail, sehingga membuat anak asuhnya terlihat bermain lambat dan seperti mengulur waktu.

"Kami hanya mencoba memainkan sepak bola dengan lebih detail. Mungkin terlihat lambat, tetapi kami ingin memastikan setiap situasi dimaksimalkan dengan baik. Itu sebabnya terlihat seperti itu," tegasnya.

Kontributor : Rahman

Load More