- Pertandingan leg pertama play-off Liga Champions Club Brugge versus Atletico Madrid berakhir imbang 3-3 pada Kamis dinihari WIB.
- Atletico sempat unggul dua gol pada babak pertama namun tuan rumah Brugge menyamakan skor di babak kedua.
- Pelatih Diego Simeone menyebut Brugge sebagai lawan tersulit musim ini karena kegagalan timnya mempertahankan ritme.
Suara.com - Pertandingan leg pertama play-off Liga Champions antara Club Brugge dan Atletico Madrid berakhir dramatis, Kamis (19/2/2026) dinihari WIB.
Kedua tim bermain imbang 3-3 dalam laga sengit yang membuat pelatih Diego Simeone mengakui kualitas sang tuan rumah sebagai lawan paling sulit yang dihadapi anak asuhnya musim ini.
Bertanding di markas Brugge, Atletico sempat unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama.
Penalti Julian Alvarez pada menit ke-8 membuka keunggulan tim tamu, sebelum Ademola Lookman menggandakan skor di masa injury time babak pertama.
Memasuki paruh kedua, Brugge tampil lebih agresif. Raphael Onyedika dan Nicolo Tresoldi mencetak dua gol dalam rentang sembilan menit yang membuat skor kembali imbang 2-2.
Atletico sempat kembali memimpin setelah Joel Ordonez mencetak gol bunuh diri pada menit ke-79.
Akan tetapi, kemenangan yang sudah di depan mata buyar di menit akhir setelah Christos Tzolis menaklukkan Jan Oblak dan memastikan skor 3-3 bertahan hingga laga usai.
“Ini pertandingan yang kami bayangkan. Mereka adalah lawan paling intens di Liga Champions,” ujar Simeone seperti dilansir dari Beinsports.
Ia menilai timnya sebenarnya mengontrol babak pertama dan bahkan berpeluang menambah dua gol lagi. Namun, di babak kedua, Atletico kehilangan agresivitas dan gagal mempertahankan ritme serangan.
Baca Juga: Hasil Liga Champions: Hajar Qarabag FK Enam Gol, Newcastle United Selangkah ke 16 Besar
Menurutnya, gol penyeimbang di menit akhir terjadi akibat miskomunikasi dalam bertahan.
“Pertandingan berlangsung 90 menit, bukan 45 menit. Kami bereaksi dengan baik setelah mereka menyamakan skor, tetapi gol terakhir itu lahir dari kesalahan interpretasi saat bertahan,” jelasnya.
Hasil imbang ini memperpanjang tren negatif Atletico di laga tandang fase gugur Liga Champions.
Los Rojiblancos kini tanpa kemenangan dalam lima laga tandang terakhir di babak knockout (1 imbang, 4 kalah), menyamai rekor terburuk mereka sebelumnya pada periode 2015-2016.
Secara statistik, Atletico sebenarnya tidak kalah dominan.
Mereka mencatatkan expected goals (xG) sebesar 2,36 dari 13 tembakan, sedikit lebih tinggi dibandingkan Brugge yang membukukan xG 2,22 dari 17 percobaan.
Namun, fakta menarik lainnya, ini adalah pertama kalinya Atletico gagal menang di ajang Piala/Liga Champions Eropa setelah unggul dua gol atau lebih saat turun minum. Dari 22 kesempatan sebelumnya, semuanya berakhir dengan kemenangan.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
-
Paraguay Terapkan Taktik Barbar, Didier Deschamps Kasih Sindiran Pedas
-
Ricuh Jelang Laga! Fans Meksiko Serbu Hotel Inggris, Polisi Tak Mampu Bendung
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA
-
Krisis Lini Depan Argentina: Mengapa Lautaro dan Julian Alvarez Mandul di Piala Dunia 2026?
-
Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
-
Witan Sulaeman Bikin Kejutan! Tolak Hengkang, Pilih Setia di Persija, Ini Alasannya
-
Vozinha Jadi Kiper Terpopuler Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Salip Nama Beken
-
Brasil vs Norwegia: Jika Terjadi Adu Penalti, Selecao Punya Keunggulan