Bola / Bola Indonesia
Kamis, 19 Februari 2026 | 13:47 WIB
Alex Pastoor (kanan) saat mendampingi Patrick Kluivert latih Timnas Indonesia. (Instagram/alex.pastoor)
Baca 10 detik
  • Patrick Kluivert menangani Timnas Indonesia selama 10 bulan, dari Januari 2025 hingga Oktober 2025.
  • Di bawah Kluivert, Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 Zona Asia.
  • Kluivert menyebut pengalaman melatih di Indonesia sangat berkesan karena antusiasme sepak bola pendukungnya.

Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, mengaku belum bisa sepenuhnya melupakan pengalamannya menangani skuad Garuda.

Meski masa baktinya hanya berlangsung 10 bulan, pria asal Belanda itu menyebut periode tersebut sebagai salah satu pengalaman paling berkesan dalam karier kepelatihannya.

Kluivert ditunjuk PSSI pada Januari 2025 untuk menggantikan Shin Tae-yong. Ia datang dengan ekspektasi tinggi, membawa Timnas Indonesia tampil lebih kompetitif dan menembus putaran final Piala Dunia 2026. Namun, perjalanan itu tidak berjalan mulus.

Di bawah arahannya, Timnas Indonesia mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.

Kemenangan diraih saat menundukkan Bahrain dan China dengan skor identik 1-0 pada putaran ketiga kualifikasi, serta menang 6-0 atas Taiwan dalam laga uji coba pada September 2025.

Langkah Indonesia terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah kalah beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1).

Kegagalan tersebut memicu kekecewaan publik. PSSI kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Kluivert pada Oktober 2025.

Dua bulan berselang, kursi pelatih Timnas Indonesia diisi John Herdman yang ditunjuk pada 3 Januari 2026 sebagai penerus proyek skuad Garuda.

Meski tak lagi menjabat, kenangan bersama Indonesia masih membekas di hati Kluivert. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Cruyff Court miliknya di Amsterdam-Noord.

Baca Juga: Gestur dan Kalimat yang Bikin Shayne Pattynama Absen di Debut John Herdman

"Bekerja di Timnas Indonesia itu fantastis," ujar Kluivert kepada Voetbal Primeur.

"Saya belum pernah bekerja dalam kegilaan seperti ini. Tiga ratus juta orang benar-benar tergila-gila pada sepak bola."

"Saya bekerja dengan fantastis, tetapi sayangnya saya tidak mencapai apa yang kami inginkan. Saya ingin sekali melanjutkan, tetapi itu tidak memungkinkan," tegasnya.

Eks striker legendaris Belanda itu kini sekitar empat bulan tanpa klub. Namanya sempat dikaitkan dengan peluang melatih Timnas Tunisia untuk persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai masa depan karier kepelatihannya.

Bagi Kluivert, Indonesia bukan sekadar tempat bekerja. Atmosfer sepak bola yang luar biasa, tekanan besar dari jutaan pendukung, serta ambisi menembus panggung dunia menjadi pengalaman yang sulit dilupakannya.

Load More