- Shayne Pattynama menerima kartu merah langsung dari wasit Ma Ning usai kekalahan Indonesia dari Irak, 12 Oktober 2025.
- Pattynama memprotes dengan gestur sarkastis, menanyakan bayaran wasit, dan melontarkan kata-kata kasar kepadanya.
- Sanksi atas insiden ini adalah larangan bermain empat laga internasional, termasuk absen di FIFA Series 2026.
Suara.com - Misteri di balik kartu merah dan skorsing panjang yang diterima bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama akhirnya terungkap.
Untuk pertama kalinya, pemain Persija Jakarta itu secara blak-blakan menceritakan detail insiden protes kerasnya terhadap wasit asal China, Ma Ning yang berujung pada absennya ia di laga debut John Herdman.
Insiden tersebut terjadi usai Timnas Indonesia menelan kekalahan pahit 0-1 dari Irak dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, 12 Oktober 2025 lalu.
Shayne Pattynama yang bahkan tidak bermain dalam laga tersebut, diganjar kartu merah langsung setelah peluit panjang karena tak mampu menahan emosinya.
“Saya hanya merasa benar-benar marah. Kalian semua melihat pertandingannya dan wasit benar-benar membuat beberapa keputusan bodoh. Saya bahkan tidak tahu bagaimana mengatakannya,” ujar Shayne dalam podccast YouTube Sport77.
Setelah sempat ragu, bek berusia 27 tahun itu akhirnya membeberkan apa yang ia lakukan di hadapan sang pengadil. Ia mengaku memulai protesnya dengan sebuah gestur sarkastis.
“Saya tidak tahu apakah saya harus mengatakannya. Tetapi, setelah pertandingan, saya pergi ke wasit dan saya melihatnya. Yang saya lakukan pertama kali adalah seperti ini,” kata Shayne sembari memeragakan gestur tepuk tangan.
Tak berhenti di situ, puncaknya adalah saat ia mempertanyakan integritas wasit dengan kalimat dan gestur yang sangat provokatif.
“Saya seperti, ‘Kerja bagus’. Dan kemudian saya bertanya, ‘Berapa banyak mereka membayarmu?’. Lalu saya melakukan gerakan (gestur tangan yang menghitung uang) ini di depan wajahnya,” ungkap Shayne.
Baca Juga: Pengakuan Patrick Kluivert: Masih Ingin Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Tapi...
“Saya mengatakan kepadanya kamu sangat buruk hari ini. Wasit yang buruk. Maaf untuk bahasa saya ini. Saya mengatakannya dan kemudian dia seperti, ‘Apa?, lalu memberikan kartu merah,” imbuhnya.
Shayne mengakui bahwa emosinya sudah memuncak sejak ia melakukan pemanasan di pinggir lapangan dan melihat serangkaian keputusan wasit yang ia anggap merugikan.
“Tetapi, ya saya sangat marah karena saya selalu melakukan pemanasan dan juga kepada wasit yang bertugas di samping, atau hakim garis," ujar Shayne Pattynama.
"Saya berteriak kepadanya. Saya sedang mengatakan banyak hal kepadanya. Saya seperti memakinya habis-habisan untuk mengucapkan banyak kata-kata buruk,” sambungnya lagi.
Meskipun mengakui tindakannya tidak bijak, ia menegaskan bahwa itu adalah luapan emosi sesaat.
“Saya tidak tahu, saya hanya benar-benar merasa marah. Jadi, mungkin bukan hal yang pintar mengatakan ini, dengan hal-hal yang berkaitan dengan uang, tetapi ya itu hanya terjadi saat kamu sangat marah. Jadi, emosi saya keluar. Itu yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.
Akibat insiden ini, Shayne Pattynama bersama Thom Haye dijatuhi sanksi larangan tampil dalam empat laga internasional yang membuatnya dipastikan absen membela Skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026.
Berita Terkait
-
Marselino Ferdinan Masih di Liga Slovakia, Bagaimana Kabarnya Sekarang?
-
Alasan Pemain Naturalisasi Ramai-Ramai Pilih Gabung Klub Super League
-
3 Pemain Bulgaria Paling Top yang Bisa Jumpa Timnas Indonesia
-
Sosok-sosok Naturalisasi yang Bisa Membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
3 Tahun Tinggal di Indonesia, Pelatih Timnas Bulgaria Sebut Sepak Bola Seperti Agama
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Unai Emery, Nama 'Villa' dan Mantra Sakti di Liga Europa
-
Luis Enrique: Arsenal Terbaik di Dunia Jika Tanpa Bola
-
Nasib Sial Neymar: Dipanggil Brasil ke Piala Dunia 2026, Eh Cedera Lagi!
-
Unai Emery 'Si Raja' Liga Europa, 5 Trofi dalam 6 Final!
-
5 Fakta Gila Aston Villa Juara Liga Europa, Akhiri Penantian 30 Tahun!
-
Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP
-
Gelar Juara Persib di Depan Mata, Julio Cesar Ingatkan Jangan Lengah Lawan Persijap
-
Arsenal Akan Parade Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 di Islington Pada 31 Mei
-
Aston Villa Juara Liga Europa 2026
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda