Bola / BolaTaiment
Kamis, 19 Februari 2026 | 20:32 WIB
Bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi pesepak bola Muslim, termasuk di Premier League. [Facebook]
Baca 10 detik
  • Pesepak bola Muslim Premier League menghadapi tantangan menyesuaikan nutrisi, hidrasi, dan latihan selama puasa Ramadan yang berlangsung lebih dari 12 jam.
  • Klub Premier League berkolaborasi dengan ahli gizi untuk mengatur pola makan pemain, fokus pada karbohidrat dan protein saat berbuka serta sahur.
  • Manajemen tidur dan pemulihan dioptimalkan, sementara latihan berat sering dipindahkan ke pagi hari sebelum waktu puasa dimulai.

Latihan biasanya dilakukan di pagi hari sebelum puasa dimulai, dengan penggunaan handuk dingin atau kolam rendam untuk mengurangi kehilangan cairan.

Sejumlah pengalaman menarik muncul dari pemain yang berpuasa.

Dr. Zafar menceritakan bagaimana pada masa di Tottenham, Juande Ramos menyiapkan piring makanan untuknya saat puasa, yang dibawa diam-diam ke ruang ganti agar tidak mengganggu rapat tim.

Beberapa rekan non-Muslim juga ikut berpuasa atau menyesuaikan jadwal makan sebagai bentuk solidaritas.

Kontributor: M.Faqih

Load More