- Striker Persib, Sergio Castel, menghindari komentar mengenai keputusan kontroversial wasit Majed Al-Shamrani pada leg kedua ACL 2.
- Keputusan penting wasit Arab Saudi adalah mengeluarkan kartu merah kepada Uilliam Barros tanpa tinjauan VAR di GBLA.
- Sergio Castel menganggap kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di kandang Ratchaburi menjadi faktor utama kegagalan timnya.
Suara.com - Striker Persib Bandung, Sergio Castel, enggan berkomentar banyak soal kepemimpinan wasit Majed Mohammed Al-Shamrani saat menghadapi Ratchaburi FC.
Pada leg kedua babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026, wasit asal Arab Saudi itu mengeluarkan sejumlah keputusan kontroversial.
Salah satunya kartu merah untuk Uilliam Barros pada masa injury time babak pertama.
Insiden terjadi saat Uilliam melakukan pelanggaran terhadap Jonathan Khemdee. Posisi kejadian dinilai jauh dari area berbahaya dan tidak dalam situasi mengancam gawang Persib.
Namun, Majed Al-Shamrani langsung mengeluarkan kartu merah tanpa peninjauan VAR (Video Assistant Referee). Keputusan tersebut memicu tanda tanya.
Sejumlah keputusan wasit membuat Bobotoh geram. Seusai laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (18/2/2026), beberapa oknum suporter sempat masuk ke lapangan.
Sergio menegaskan dirinya tidak ingin terlalu jauh membahas kepemimpinan wasit.
"Saya tidak suka terlalu banyak berbicara soal wasit. Saya percaya mereka sudah berusaha melakukan yang terbaik," ucapnya.
Menurut striker asal Spanyol itu, para pemain sudah berusaha maksimal menampilkan permainan terbaik.
Baca Juga: Media Thailand Soroti Ulah Suporter Persib, Singgung Sisi Gelap Sepak Bola Indonesia
Ia juga meminta Bobotoh tetap fokus mendukung tim dan tidak larut dalam kontroversi.
"Menurut saya, Bobotoh harus fokus mendukung tim. Kami sudah berusaha maksimal. Kami mencetak satu gol, lalu ada satu gol lain yang dianulir karena offside," ujarnya.
"Saya tidak tahu pasti apakah itu offside atau tidak karena belum melihat ulang. Kami terus mencoba mencetak gol meski bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Saya pikir suporter harus bangga pada tim," jelasnya.
Kegagalan Persib melaju ke babak 8 Besar ACL 2 2025/2026 tak lepas dari hasil leg pertama di Stadion Ratchaburi.
Pada laga tersebut, Persib kalah 0-3.
"Menurut saya, yang membuat situasi sulit adalah kekalahan 0-3 di laga sebelumnya," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Hasil BRI Super League: Brace Ramon Tanque Bawa Persib Kalahkan Semen Padang
-
Liverpool Dihajar Manchester City, Virgil Van Dijk Buka Suara
-
Berada di Papan Bawah, Persib Bandung Waspadai Motivasi Semen Padang
-
Link Live Streaming Madura United vs Borneo FC: Misi Pesut Etam Pepet Puncak Klasemen!
-
Arsenal Disingkirkan Southampton dari Piala FA, Ini Dalih Mikel Arteta
-
Suporter Semen Padang Akan Padati Stadion, Marc Klok Semakin Termotivasi
-
Catatan Stefan Keeltjes Usai Kendal Tornado FC Dikalahkan Persiku Kudus
-
Persiapan Bagus, Imran Nahumarury Pastikan Semen Padang Siap Hadapi Persib
-
Jude Bellingham Minim Bermain di Timnas Inggris, Ini Respon Arbeloa
-
Pulang Kampung, Kiper Persib Teja Paku Alam Targetkan Kemenangan atas Semen Padang