- Pesepak bola Muslim Premier League menghadapi tantangan menyesuaikan nutrisi, hidrasi, dan latihan selama puasa Ramadan yang berlangsung lebih dari 12 jam.
- Klub Premier League berkolaborasi dengan ahli gizi untuk mengatur pola makan pemain, fokus pada karbohidrat dan protein saat berbuka serta sahur.
- Manajemen tidur dan pemulihan dioptimalkan, sementara latihan berat sering dipindahkan ke pagi hari sebelum waktu puasa dimulai.
Suara.com - Bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi pesepak bola Muslim, termasuk di Premier League.
Dengan puasa yang berlangsung dari fajar hingga matahari terbenam, para pemain harus menyesuaikan pola makan, hidrasi, dan latihan agar tetap optimal di lapangan.
Puasa Ramadan 2026 berlangsung pada hari ini, Kamis 19 Februari 2026 dan berlangsung selama 30 hari ke depan.
Selama periode ini, pemain tidak mengonsumsi makanan atau minuman selama lebih dari 12 jam, mulai dari sekitar pukul 04.00 pagi hingga 18.30 sore.
Menurut Dr. Zafar Iqbal, kepala medis Crystal Palace, puasa menghadirkan tantangan besar bagi atlet profesional.
"Kalian harus tetap berlatih di level tinggi, sambil mengatur hidrasi, nutrisi, tidur, dan pemulihan," ujarnya dilansir dari Mirror.
Untuk mengatasi tantangan ini, klub-klub Premier League bekerja sama dengan ahli gizi dan tim medis
Pemain muslim Premier League seperti Mohamed Salah biasanya berbuka dengan karbohidrat cepat cerna, buah, kurma, dan air untuk segera mengisi energi.
Setelah beberapa jam, mereka akan makan makanan utama yang mengandung protein seperti ayam, ikan, atau daging panggang, serta karbohidrat kompleks untuk memberi energi bertahan hingga sahur.
Baca Juga: Jam Belajar Siswa Jakarta Selama Ramadan Dipangkas, Maksimal Sampai Pukul 14.00 WIB
Sebelum fajar, saat sahur, pemain mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi dengan karbohidrat lambat cerna dan protein untuk mendukung pemulihan otot.
Minum cukup air juga menjadi kunci agar mereka tetap terhidrasi sepanjang hari.
Dr. Zafar menekankan pentingnya menghindari makanan tinggi gula atau gorengan agar tubuh tidak menyimpan lemak berlebih selama puasa.
Selain nutrisi, tidur dan pemulihan juga menjadi fokus utama.
Pemain diberi jadwal tidur yang diatur sedemikian rupa untuk memastikan tubuh mendapat istirahat maksimal.
Beberapa tim menggunakan jus ceri tart atau makanan yang mengandung triptofan untuk mendukung kualitas tidur.
Berita Terkait
-
Jam Belajar Siswa Jakarta Selama Ramadan Dipangkas, Maksimal Sampai Pukul 14.00 WIB
-
Apakah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasannya Menurut Hadis
-
Omzet Pedagang Takjil di Benhil Melejit di Hari Pertama Ramadan
-
5 Contoh Takjil yang Sebaiknya Dihindari untuk Buka Puasa, Bikin Perut Kaget
-
Latte Factor Versi Ramadan: Mengapa Takjil Rp20 Ribu Sehari Diam-diam Bikin Kantong Bolong?
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
-
Paraguay Terapkan Taktik Barbar, Didier Deschamps Kasih Sindiran Pedas
-
Ricuh Jelang Laga! Fans Meksiko Serbu Hotel Inggris, Polisi Tak Mampu Bendung
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA
-
Krisis Lini Depan Argentina: Mengapa Lautaro dan Julian Alvarez Mandul di Piala Dunia 2026?
-
Kontroversial! FIFA Batalkan Skorsing Folarin Balogun, Trump Ucap Terima Kasih
-
Witan Sulaeman Bikin Kejutan! Tolak Hengkang, Pilih Setia di Persija, Ini Alasannya
-
Vozinha Jadi Kiper Terpopuler Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Salip Nama Beken
-
Brasil vs Norwegia: Jika Terjadi Adu Penalti, Selecao Punya Keunggulan