Bola / Bola Indonesia
Kamis, 19 Februari 2026 | 19:30 WIB
Insiden serangan rasial dialami oleh striker klub Thailand Ratchaburi FC asal Brasil, Denilson usai laga melawan Persib Bandung di leg kedua AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Striker Ratchaburi FC asal Brasil, Denilson, mengalami serangan rasial pasca laga ACL 2 melawan Persib Bandung di Bandung.
  • Tindakan rasisme tersebut juga ditujukan kepada istri dan anak Denilson melalui komentar di media sosial pribadinya.
  • Selain rasisme, tim Ratchaburi FC juga dilaporkan mengalami teror dengan lemparan benda saat pertandingan di Bandung.

Suara.com - Insiden serangan rasial dialami oleh striker klub Thailand Ratchaburi FC asal Brasil, Denilson usai laga melawan Persib Bandung di leg kedua AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026.

Ratchaburi FC melalui akun resmi mereka mengungkapkan bahwa striker andalan mereka, Denilson Junior, menjadi korban tindakan rasisme usai pertandingan.

Penyerang asal Brasil berusia 30 tahun itu merupakan top skor klub dengan torehan delapan gol dan empat assist dari 12 laga musim ini.

Meski tidak dijelaskan secara rinci bentuk tindakan yang diterima, di kolom komentar media sosial klub terlihat sejumlah komentar bernada rasis yang diarahkan kepadanya.

“Tidak ada tempat untuk rasisme,” tulis Ratchaburi FC dalam pernyataan resminya, Kamis (19/2/2026).

Insiden serangan rasial dialami oleh striker klub Thailand Ratchaburi FC asal Brasil, Denilson usai laga melawan Persib Bandung di leg kedua AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. [Instagram]

Denilson sendiri lewat unggahan Instastory miliknya memberikan pernyataan lengkap bahwa serangan rasial juga ditujukan kepada anak dan istrinya.

"Tolong, berhentilah menyerang keluarga saya! Instagram saya terbuka untuk semua orang, dan para rasis ini menggunakannya untuk memanggil saya monyet, gorila, negro, dan kata-kata rasis lainnya,"

"Saya, Denilson Júnior, tidak peduli dengan itu karena Instagram saya terbuka untuk semua orang. Namun tolong, saya meminta kalian untuk tidak menyerang anak-anak dan istri saya. Mereka tidak bersalah atas apa pun. Berhentilah menyerang keluarga saya," ungkap Denilson.

Denilson di akhir pernyataannya sekali lagi meminta oknum suporter Indonesia untuk stop menyerang istri dan anak-anaknya.

Baca Juga: Hadapi Persib, Bintang Timnas Malaysia Anggap Sebagai Pemanasan Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF

"Saya tidak akan berbicara tentang rasisme secara detail, karena kami mengalaminya setiap hari.

Akhir kata, tolong berhentilah menyerang keluarga saya," tegasnya.

Sementara itu dari unggahan akun X @wallpassjournal, sejumlah akun yang diduga kuat ialah netizen Indonesia mengeluarkan pernyataan rasisme di kolom komentar akun Instagram Denilson.

Sementara itu, menurut laporan salah satu media Thailand, dailynews.co.th, para pemain dan ofisial Ratchaburi FC mengalami teror selama berada di Bandung.

"Pertandingan yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api Stadium itu berlangsung dalam atmosfer kurang kondusif.

Sejumlah laporan menyebut adanya lemparan batu, batu bata, botol air, hingga flare yang diarahkan ke area lapangan, bahkan sejak sesi pemanasan," ulas media Thailand itu.

Winger Ratchaburi, Charoensak Wongkorn, mengonfirmasi situasi mencekam tersebut melalui pernyataan resminya.

“Terima kasih untuk semua yang sudah mengkhawatirkan kami. Semua pemain aman. Tapi pertandingan ini sangat buruk. Ada lemparan batu, batu bata, botol air, bahkan flare yang dilempar ke arah pemain saat pemanasan,” ujarnya.

Kontributor: Azka Putra

Load More