-
Persija Jakarta kembali menggunakan JIS sebagai markas saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-22.
-
Mauricio Souza yakin kedekatan tribun penonton di JIS akan membuat mental pemain lawan panik.
-
Macan Kemayoran membidik kemenangan untuk terus menempel ketat posisi Persib Bandung di papan atas.
Suara.com - Persija Jakarta bersiap menyambut kembali atmosfer kandang mereka di Jakarta International Stadium untuk menjamu PSM Makassar.
Laga krusial pekan ke-22 Super League 2025/2026 ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam, 20 Februari 2026.
Kembalinya Macan Kemayoran ke stadion berkapasitas besar ini terjadi setelah sebelumnya mereka harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno.
Pelatih kepala Persija, Mauricio Souza, menilai perpindahan venue ini memberikan dampak psikologis yang sangat signifikan bagi tim.
Kehadiran ribuan suporter setia di tribun yang sangat dekat dengan lapangan menjadi faktor kunci kemenangan mereka.
Souza mengamati bahwa struktur bangunan JIS memberikan tekanan mental yang jauh lebih berat bagi tim tamu.
Jarak antara tribun penonton dan area lapangan yang sangat rapat diyakini mampu merusak fokus para pemain lawan.
"Kalau dari [kualitas] lapangan, GBK yang terbaik, tapi kita tahu di JIS itu suporter [bisa] membuat lawan jadi berat," kata Souza dalam jumpa pers sebelum pertandingan, Kamis (19/2).
Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut sangat optimis anak asuhnya bisa mendominasi jalannya pertandingan sejak menit pertama dimulai.
Baca Juga: Duel Klasik Persija Jakarta vs PSM Makassar, Pertaruhan Papan Atas Melawan Bayang-Bayang Degradasi
Ia menginginkan para pemain memanfaatkan dukungan fanatik Jakmania untuk mengurung pertahanan tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Strategi menekan lawan secara intensif akan menjadi senjata utama Persija Jakarta dalam memburu tiga poin penuh.
Keintiman atmosfer stadion dianggap sebagai keunggulan tambahan yang tidak dimiliki oleh stadion-stadion lainnya di Indonesia saat ini.
"Kalau lapangan dekat dengan penonton, jadi JIS itu bisa membuat lawan panik. Jadi susah untuk lawan kami [di JIS] karena kami bisa tekan lawan," ucap pelatih asal Brasil ini.
Keyakinan ini muncul karena para pemain Persija merasa jauh lebih nyaman dan bersemangat saat berlaga di sana.
Souza telah menyiapkan skema serangan balik cepat untuk mengeksploitasi setiap celah yang ditinggalkan oleh lini belakang PSM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi
-
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026
-
Viral Karpet Biru dan Baliho Sambut Kedatangan Prabowo di Kalteng, Berapa Biayanya?
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM