- Paolo Di Canio mengkritik sepak bola Italia setelah tiga klub Serie A kalah di babak awal playoff Liga Champions.
- Di Canio menyoroti rendahnya kualitas liga domestik dan minimnya transfer pemain Italia ke tim Eropa terkemuka.
- Kritikus menilai persepsi tinggi sepak bola Italia tidak sebanding dengan hasil buruk melawan klub-klub Eropa kuat.
Suara.com - Mantan bintang West Ham dan Lazio, Paolo Di Canio, melontarkan kritik keras terhadap sepak bola Italia setelah melihat klub-klub Serie A mengalami tiga kekalahan beruntun di babak playoff Liga Champions.
Di Canio menyoroti buruknya performa tim Italia di kancah Eropa.
Juventus, Atalanta, dan Inter gagal meraih kemenangan di pertandingan pembuka babak knockout Liga Champions.
“Jangan sebut Premier League, mereka berada di level berbeda. Persepsi kita terhadap sepak bola Italia sangat tinggi, tapi kami pergi ke PSV dan kebobolan enam gol,” tegas Di Canio dalam program Sky Sport Italia.
Ia mencontohkan Napoli yang sempat dianggap kuat musim ini di Liga Champions, namun harus kebobolan enam gol saat menghadapi PSV.
Inter Milan pun kebobolan lima gol saat menghadapi PSG di final, yang menurutnya bisa saja menjadi sepuluh.
Di Canio juga menyoroti rendahnya kualitas kompetisi domestik dan minimnya transfer pemain Italia ke klub top Eropa.
“Saya dengar sulit bermain di Pisa. Bagaimana mungkin? Pisa hanya mencetak dua gol dalam 12 laga kandang. Jika bermain dengan mata tertutup di Pisa, kemungkinan hasilnya 0-0,” ujarnya.
“Narasi yang berkembang seolah pemain Italia bisa bermain di Manchester City. Faktanya, pemain Italia jarang direkrut di Eropa selama 15 tahun terakhir, artinya mereka tidak dianggap cukup mampu bersaing di level atas.”
Baca Juga: Kans Pemain Keturunan Indonesia Ini Bisa Tampil di Leg Kedua Knock Out Liga Champions
Selain itu, Di Canio mengecam pernyataan pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, yang membandingkan Donyell Malen dengan Gianluca Vialli.
“Malen berusia 27 tahun dan sebelumnya tak pernah diperhatikan. Saat di Aston Villa, dia hanya pemain cadangan di belakang Rodgers dan Watkins yang lebih kuat,” kata Di Canio.
“Dia datang ke Roma dan mencetak lima gol dalam lima pertandingan, tapi kami malah menyeret nama Vialli ke situ? Kakakku yang di surga, maaf mereka membicarakanmu seperti itu,”
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Kans Pemain Keturunan Indonesia Ini Bisa Tampil di Leg Kedua Knock Out Liga Champions
-
AC Milan Tersandung di Como: Game Over Perebutan Scudetto, Tiket Liga Champions Jadi Prioritas
-
Krisis Pemain Inter Jelang Lawan Lecce: Lautaro Martinez Absen, Chivu Siapkan Skenario Terburuk
-
Terbongkar! Jose Mourino Perintahkan Hal Ini ke Pemain Benfica Usai Insiden Rasisme
-
Siapa Jose Luis Chilavert? Kiper 67 Gol, Capres Paraguay yang Serang Vinicius Jr Bela Prestianni
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Persija Jakarta Jamu PSM di JIS, Mauricio Souza Yakin Atmosfer Stadion Bikin Lawan Panik
-
Owen Hargreaves Masih Tak Habis Pikir dengan Pola Pikir Ruben Amorim Saat Latih MU
-
Duel Klasik Persija Jakarta vs PSM Makassar, Pertaruhan Papan Atas Melawan Bayang-Bayang Degradasi
-
Prediksi Manchester City vs Newcastle United, The Citizens Bidik Pangkas Poin dengan Arsenal
-
Profil Samuel Feijoo: Nenek Asli Simalungun, Ayah Spanyol, Bisa Jadi Penerus Maarten Peas
-
Cerita Unik Pemain Keturunan Indonesia, Dipecat Klub Belanda Gegara Buang Air Sembarangan
-
Punya Skill sebagai Kepala Akademi Pemain Muda, PSSI Gak Tertarik Rekrut Ayah Jens Raven?
-
Kans Pemain Keturunan Indonesia Ini Bisa Tampil di Leg Kedua Knock Out Liga Champions
-
Alex Pastoor Sarankan Jordi Cruyff Rekrut Eks Rekan Ole Romeny, Siapa Dia?
-
Debut Luar Biasa Eks Calon Pelatih Timnas Indonesia, Hancurkan Fenerbahce 3-0 di Liga Europa