- Zainab El-Mouden, pemain semi-profesional London Seaward FC, menyeimbangkan disiplin Ramadan dengan jadwal latihan padat.
- Ia menyesuaikan menu sahur menjadi *overnight oats* untuk menjaga energi saat berpuasa dan bertanding.
- FA mengumumkan dukungan berupa jeda singkat bagi pemain Muslim berbuka selama pertandingan Piala FA berlangsung.
Suara.com - Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus bagi Zainab El-Mouden. Bagi pemain semi profesional London Seaward FC itu, bulan suci adalah tentang disiplin, refleksi diri, dan menjaga mimpi di lapangan hijau.
Pagi-pagi buta, sekitar pukul 04:00 pagi, Zainab yang tinggal di kawasan Brixton, London harus sudah bangun untuk makan sahur.
Menu makan sahurnya, semangkuk overnight oats, irisan pisang, madu, dan seteguk air kelapa sebelum salat Subuh.
“Orang sering bertanya apa yang paling sulit saat Ramadan. Bagi saya bukan puasanya, tapi kurang tidur,” ujarnya dilansir dari Hyphenonline
Sebagai pesepak bola yang juga menjalani kehidupan sehari-hari di luar lapangan, El-Mouden harus menyeimbangkan ibadah, latihan, dan aktivitas harian. Puasa sepanjang hari diiringi jadwal latihan yang padat menjadi kombinasi yang tidak mudah.
Namun, pemain berusia 22 tahun berdarah Inggris-Maroko itu menegaskan bahwa kecintaannya pada sepak bola dan kedekatannya dengan agama justru menjadi sumber energi terbesar.
“Ramadan bukan soal makanan, tapi perjalanan spiritual. Setiap tahun saya merasa semakin dekat dengan agama saya,” katanya.
Demi menjaga performa di lapangan, El-Mouden melakukan penyesuaian pola makan. Menu sarapan berat seperti telur, kacang panggang, dan hash brown terpaksa ia tinggalkan sementara.
“Saya harus fokus pada karbohidrat yang dilepas perlahan agar tetap bertenaga saat bermain,” jelasnya.
Baca Juga: Bisa Ditiru! Ini Cara Beckham Putra Jaga Kondisi di Bulan Ramadan
Overnight oats menjadi solusi utama karena memberikan energi stabil tanpa membebani sistem pencernaan.
Perjalanan El-Mouden tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat beberapa kali berhenti bermain karena tekanan dan pengalaman diskriminatif.
“Sebagai pesepak bola perempuan yang juga membuat konten, ada saja orang yang tidak suka,” ujarnya.
Ia bahkan pernah merasa membenci sepak bola dan kehilangan kepercayaan diri. Identitasnya sebagai “perempuan berhijab yang bermain bola” sempat terasa membatasi.
Namun pada Januari 2025, ia memutuskan kembali ke lapangan setelah melalui refleksi mendalam.
“Saya berdoa, jika sepak bola baik untuk saya, jadikan saya sukses. Jika tidak, jauhkan dari saya,” tuturnya.
Berita Terkait
-
Bisa Ditiru! Ini Cara Beckham Putra Jaga Kondisi di Bulan Ramadan
-
Lalamove Tebar BHR dan Jaminan Sosial buat Mitra Driver
-
Mengelola Euforia Ramadan: Antara Tradisi Bising Petasan dan Keselamatan Anak
-
Memilih Guna Lisan di Bulan Ramadan: Membaca Al-Qur'an atau Ghibah?
-
9 Menu Buka Puasa Tanpa Nasi untuk yang Sedang Diet
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Vietnam dan Indonesia Hancurkan Malaysia di 2 Cabor! Futsal dan Sepak Bola
-
Arne Slot Pastikan Alexander Isak Siap Main Lawan PSG, Tapi dari Bangku Cadangan
-
Hadirkan Ronaldo hingga Del Piero, Jakarta Targetkan Eksposur Global Lewat Clash of Legends
-
Patrick Kluivert Akhirnya Kembali ke Indonesia, Masyarakat Diminta Jangan Menghina
-
Calon Lawan Timnas Futsal Indonesia di Semifinal Piala AFF Futsal 2026
-
Ronaldo hingga Patrick Kluivert Bakal Adu Tanding di GBK, Catat Tanggalnya!
-
Pulih dari Cedera, Muhammad Ferrari Siap Perkuat Bhayangkara FC
-
NAC Breda Dilaporkan Tak Terima Usai Dean James Lolos dari Sanksi KNVB
-
Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter
-
Titik Terang Skandal Paspoortgate, KNVB Tidak Sanksi Dean James dan Go Ahead Eagles