Bola / Liga Inggris
Minggu, 22 Februari 2026 | 16:05 WIB
Pesta Gol di Etihad! Manchester City Bantai Dortmund 4-1, Foden Brace [Instagram Manchester City]
Baca 10 detik
  • Manchester City dituduh Premier League atas 115 pelanggaran finansial sejak Februari 2023; putusan komisi independen belum diumumkan.
  • Mantan direktur Liverpool, Christian Purslow, menolak keras teori konspirasi mengenai campur tangan politik dalam proses arbitrase tersebut.
  • Tuduhan mencakup kegagalan informasi akurat, tidak kooperatif, serta pelanggaran aturan profitabilitas dan lisensi klub sejak 2009.

Suara.com - Kasus 115 tuduhan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City masih belum menemui titik terang.

Mantan direktur Liverpool, Christian Purslow, angkat bicara dan menyebut adanya “teori konspirasi” yang beredar luas sebagai omong kosong.

Seperti diketahui, pada Februari 2023, Premier League resmi menuduh Manchester City melakukan 115 pelanggaran aturan finansial. Namun hingga awal 2026, belum ada putusan resmi yang diumumkan.

Proses dengar pendapat selama 10 pekan telah berlangsung sejak September 2024 dan berakhir pada Desember 2024.

Panel Komisi Independen yang terdiri dari tiga hakim disebut-sebut akan segera mengeluarkan keputusan setelahnya.

Namun, lebih dari setahun berlalu, hasil sidang belum juga diumumkan. Situasi ini memicu berbagai spekulasi.

Hasil Piala FA: Deretan Fakta Usai Manchester City Pesta 10 Gol, Rekor Liverpool Pecah ]Instagram Manchester City]

Manchester City sendiri tetap beroperasi normal, merekrut sejumlah pemain baru dan melanjutkan ekspansi bisnis, termasuk proyek pengembangan tribun utara Stadion Etihad.

Pelatih City, Pep Guardiola, sebelumnya sempat memperkirakan putusan akan keluar pada awal 2025. Namun prediksi tersebut meleset.

Dalam podcast The Football Boardroom bersama jurnalis Henry Winter, Christian Purslow menanggapi rumor yang menyebut adanya campur tangan pemerintah Inggris atau kepentingan politik dalam proses ini.

Baca Juga: Klasemen Terbaru Liga Inggris Usai Manchester City Gebuk Newcastle: The Citizens Pepet Arsenal

Menurutnya, anggapan tersebut tidak berdasar.

“Premier League tidak punya pengaruh terhadap para hakim. Begitu juga teori bahwa politisi ikut campur. Itu tidak masuk akal,” tegas Purslow.

Ia menjelaskan bahwa proses arbitrase berjalan tertutup dan independen, layaknya konklaf Paus.

Purslow juga membantah klaim bahwa Manchester City akan lolos dari hukuman demi kepentingan ekonomi negara.

“Tidak pernah ada indikasi bahwa sistem peradilan di negara ini bisa diintervensi secara politik,” tambahnya.

Manchester City menghadapi berbagai kategori pelanggaran yang dituduhkan oleh Premier League, antara lain:

  1. 54 dugaan pelanggaran karena gagal memberikan informasi keuangan akurat (2009/10–2017/18)
  2. 35 dugaan pelanggaran karena tidak kooperatif dalam investigasi sejak 2018
  3. 14 dugaan pelanggaran terkait laporan kompensasi pemain dan manajer
  4. 7 dugaan pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan
  5. 5 dugaan pelanggaran regulasi lisensi klub dan Financial Fair Play UEFA

Pihak Manchester City secara konsisten membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan siap membuktikan posisi mereka melalui proses hukum.

Dalam laporan keuangan musim 2024/2025, klub juga menyebut bahwa komisi independen masih meninjau kasus tersebut.

Load More