-
Robin Mirisola menjadi kandidat kuat naturalisasi baru berkat darah Indonesia dari ibu asal Yogyakarta.
-
Statistik Ole Romeny di Oxford United sedang menurun tanpa gol dalam 14 pertandingan musim ini.
-
Nilai pasar Mirisola mencapai Rp43,45 miliar jauh melampaui valuasi pasar yang dimiliki Ole Romeny.
Suara.com - Persaingan memperebutkan tempat utama di barisan depan Timnas Indonesia kini mulai memasuki babak baru yang sengit.
Saat ini nama Robin Mirisola mencuat ke permukaan sebagai sosok potensial yang bisa memperkuat lini serang Merah Putih.
Pemain muda berusia 19 tahun ini tengah membangun reputasi besar di kancah sepak bola profesional bersama KRC Genk.
Klub papan atas Belgia tersebut dikenal sebagai kawah candradimuka bagi talenta-talenta hebat yang berlaga di kompetisi Eropa.
Latar belakang keluarganya yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu asal Yogyakarta menjadi alasan kuat namanya diperbincangkan.
Manajemen KRC Genk menunjukkan kepercayaan luar biasa dengan mengikat Mirisola melalui kontrak hingga 30 Juni 2030.
Durasi kontrak yang sangat panjang ini membuktikan bahwa sang pemain memiliki prospek cerah di masa depan.
Sepanjang musim ini, ia telah dipercaya tampil sebanyak 12 kali di Liga Utama Belgia dengan sumbangsih gol dan assist.
Tidak hanya di liga domestik, ia juga sudah merasakan ketatnya persaingan di level kontinental melalui Liga Europa.
Baca Juga: Pujian Setinggi Langit Ajax Soal Debut Maarten Paes, Dibilang Punya Peran Kunci!
Sebelum menembus tim senior, performanya bersama Jong Genk sangat menjanjikan dengan torehan enam gol pada musim ini.
Karakteristik Permainan dan Nilai Pasar
Mirisola dikenal sebagai tipe penyerang modern yang sangat aktif dalam membantu pertahanan atau sering disebut defensive forward.
Gaya main yang enerjik ini dianggap sangat serasi dengan skema taktis yang diusung oleh pelatih John Herdman.
Herdman memang menyukai pemain depan yang memiliki intensitas tinggi serta kemampuan bekerja sama dalam tim yang solid.
Jika menilik dari sisi ekonomi sepak bola, nilai pasar pemuda berdarah Yogyakarta ini tergolong sangat tinggi.
Berdasarkan data terbaru Transfermarkt, valuasi pasar Mirisola ditaksir menyentuh angka yang cukup fantastis yakni Rp43,45 miliar.
Angka valuasi tersebut jauh mengungguli Ole Romeny yang saat ini nilai pasarnya berada di angka Rp17,35 miliar.
Situasi kontras justru dialami oleh Romeny yang sedang berjuang keras menemukan sentuhan terbaiknya di Inggris.
Bersama Oxford United di Divisi Championship, Romeny masih mengalami kesulitan untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Pada laga terbaru kontra Middlesbrough, ia harus puas memulai pertandingan dari bangku cadangan sebagai pemain pengganti.
Bermain selama 33 menit, ia hanya mendapatkan rating 5,9 karena minimnya keterlibatan dalam proses serangan tim.
Tantangan Menjelang Agenda FIFA Series
Hingga pekan ke-33, Romeny tercatat belum mampu menyumbangkan gol maupun assist dalam total 14 penampilannya musim ini.
Kondisi tersebut tentu memicu diskusi hangat mengenai siapa yang paling layak memimpin lini depan skuad Garuda nantinya.
Meski belum ada langkah resmi terkait naturalisasi Mirisola, namun kehadirannya bisa menjadi opsi yang sangat menyegarkan bagi tim.
Muncul pula spekulasi bahwa keduanya bisa saja diduetkan untuk membentuk lini serang yang lebih bervariasi dan mematikan.
Perpaduan antara penyerang pekerja keras dan predator kotak penalti diharapkan menjadi solusi atas kemandulan lini depan selama ini.
Kehadiran Mirisola tentu memberikan tekanan positif bagi Romeny agar segera meningkatkan performa individunya di level klub.
Waktu kian sempit mengingat agenda FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno sudah semakin dekat.
Ajang tersebut akan menjadi panggung pertama bagi John Herdman dalam meramu komposisi pemain terbaik untuk Timnas Indonesia.
Persaingan yang ketat di level tertinggi diharapkan mampu melahirkan ujung tombak yang haus gol demi kejayaan nasional.
Kini semua mata tertuju pada perkembangan kedua pemain tersebut sebelum pemanggilan resmi skuad Garuda dilakukan oleh federasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Bangga Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia, Frans Putros Langsung Fokus Hadapi Bali United
-
Polemik Paspor Usai, Nathan Tjoe-A-On Dapat Lampu Hijau Kembali Bermain untuk Willem II
-
Beda dari yang Lain, 3 Penyerang Naturalisasi ini Justru Jarang Main di Liga Lokal
-
Sesumbar Jelang Semifinal! Pelatih Vietnam Yakin Mampu Atasi Timnas Futsal Indonesia
-
Jelang Bentrok, Pelatih Vietnam Sebut Timnas Futsal Indonesia sebagai yang Terkuat di Asia Tenggara
-
Makin Bersinar di Prancis, Kecepatan Calvin Verdonk Curi Perhatian di Lille
-
PSSI Kasih Bocoran Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Polemik Paspor Selesai, Tim Geypens Sudah Bisa Gabung FC Emmen Lagi
-
Jadwal Semifinal Piala AFF Futsal 2026: Indonesia Dipastikan Jumpa Vietnam