Bola / Bola Dunia
Minggu, 22 Februari 2026 | 20:00 WIB
Maarten Paes Is Back! Angin Segar untuk Timnas Indonesia [@FCDallas]
Baca 10 detik
  • Pelatih NEC, Dick Schreuder, menunjukkan kekecewaan walau timnya meraih hasil imbang 1-1 melawan Ajax di Johan Cruijff ArenA.
  • Kiper baru Ajax, Maarten Paes, tampil solid dalam debutnya dengan mencatatkan tujuh penyelamatan penting selama pertandingan berlangsung.
  • Schreuder sempat meluapkan emosi karena timnya bermain terburu-buru menjelang akhir laga saat mengejar gol kemenangan.

Suara.com - Pelatih NEC, Dick Schreuder meluapkan emosinya usai laga kontra Ajax berakhir 1-1 di Johan Cruijff ArenA, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.

Meski membawa pulang satu poin dari markas raksasa Belanda, Schreuder justru mengaku tidak puas dengan hasil tersebut.

Dalam wawancara dengan ESPN usai pertandingan, Schreuder sempat mendapat ucapan selamat atas raihan satu poin di kandang Ajax. Namun responsnya cukup mengejutkan.

“Saya sebenarnya tidak senang,” ujar Schreuder jujur. “Kami bermain bagus. Saya tentu lebih memilih tiga poin.”

Pelatih asal Barneveld itu menilai timnya tampil solid sepanjang laga, terutama dalam duel fisik dan tekanan tinggi kepada lawan.

Pada laga ini, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes melakoni debut sebagai pemai anyar Ajax. Meski kebobolan satu gol, Paes bermain cukup solid dan mampu melakukan 7 kali penyelamatan.

Schreuder memuji performa anak asuhnya yang tampil agresif dan berani di kandang lawan.

“Kekuatan duel, bagaimana kami mengalirkan bola, menekan lawan—saya sangat puas dengan itu. Tidak mudah bermain di ArenA,” jelasnya.

NEC juga beberapa kali menciptakan peluang berbahaya dari situasi bola mati. Dominasi di babak kedua membuat Ajax kesulitan mengembangkan permainan.

Baca Juga: Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk

Namun menjelang akhir laga, Schreuder terlihat kesal di pinggir lapangan. Kamera televisi menangkap momen dirinya melempar botol minum ke bangku cadangan.

Schreuder menjelaskan bahwa emosinya terpancing karena situasi di menit-menit akhir.

“Di akhir pertandingan ada momen di mana kami hampir terkena serangan balik. Itu membuat saya sedikit marah,” akunya.

Menurutnya, tim bermain terlalu terburu-buru dan kehilangan kontrol pada fase krusial.

“Kami terlalu ingin mencetak gol kemenangan. Anda bisa melihatnya juga di ruang ganti saat jeda. Para pemain ingin segera kembali ke lapangan dan menyerang penuh. Saya pikir kami memang memaksakan itu,” katanya.

Hingga pekan ke-24 Eredivisie, NEC mengoleksi 43 poin dan berbagi posisi ketiga dengan Ajax.

Persaingan menuju posisi kedua. yang berpotensi memberi tiket langsung ke Liga Champions, semakin memanas.

Load More