- Pelatih Ajax, Fred Grim, kecewa atas hasil imbang 1-1 melawan NEC di Eredivisie pada Minggu (22/2).
- Grim menilai Ajax kalah signifikan dalam aspek fisik, duel, dan perebutan bola kedua dari NEC.
- Ajax gagal mempertahankan keunggulan babak pertama karena dominasi NEC dan pilihan umpan panjang tidak efektif.
Suara.com - Pelatih Ajax, Fred Grim, tak menutupi kekecewaannya usai hasil imbang 1-1 melawan NEC dalam lanjutan Eredivisie, Minggu (22/2).
Bermain di Johan Cruijff ArenA, Ajax gagal memaksimalkan peluang dan harus puas berbagi angka. Pada laga dinihari tadi, kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes melakoni debutnya sebagai pemain anyar Ajax.
Fred Grim bahkan menyebut timnya kalah dalam aspek fisik dan duel, yang menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
Ajax sempat tampil kompetitif di babak pertama dan bahkan mampu unggul lebih dulu. Namun selepas turun minum, NEC tampil jauh lebih dominan.
Tim tamu berani menekan tinggi, agresif dalam duel satu lawan satu, dan unggul dalam perebutan bola kedua. Grim mengakui perubahan momentum itu sangat terasa.
“Kami memang sempat unggul, tapi setelah jeda saya melihat NEC jauh lebih dominan. Kami kebobolan dan setelah itu bekerja keras untuk menyelamatkan hasil. Hasil imbang mungkin yang tertinggi bisa kami dapatkan, tetapi sebagai Ajax Anda harusnya menang di sini,” ujar Grim dikutip dari Sportnieuws.nl
Grim secara terang-terangan menyoroti kekuatan fisik NEC. Menurutnya, Ajax kalah dalam duel dan power di lapangan.
“Kalau melihat perebutan bola kedua dan cara beberapa pemain NEC mencari ruang dengan kekuatan penuh, di situ saya pikir ada perbedaannya. Di NEC ada lebih banyak ‘kerels’ (pemain kuat secara fisik). Itu juga soal tipe pemain,” tegasnya.
Alih-alih tetap memainkan bola dengan sabar, Ajax justru kerap memilih umpan panjang yang tak efektif saat ditekan.
Baca Juga: Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk
“Kami tahu mereka akan menekan tinggi dan agresif dalam duel. Maka Anda harus lebih bergerak, ambil inisiatif, berani bermain. Tapi kami malah memilih bola panjang dan itu sering tidak akurat,” tambah Grim.
Hasil imbang ini membuat Ajax dan NEC sama-sama kehilangan momentum dalam perebutan posisi kedua.
“Kami sebenarnya bermain cukup baik dan menciptakan banyak peluang. Kami mencetak satu gol, tetapi punya lebih banyak kesempatan. Di babak pertama kami bahkan lebih dominan,” jelasnya.
“Kami harus bisa membentengi diri lebih baik melawan tim seperti NEC yang bermain satu lawan satu dan penuh duel. Kami sedang bekerja dengan beberapa pemain untuk membuat langkah-langkah itu terjadi,” katanya.
Ia juga menyebut timnya kehilangan keberanian dan kreativitas di babak kedua.
“Kami tidak lagi mampu membebaskan diri dari tekanan dan kurang pergerakan tanpa bola. Itu juga soal keberanian dan kegembiraan bermain. Itu yang kami rindukan.”
Berita Terkait
-
Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk
-
Last Man Standing, 2 Penggawa Timnas Indonesia Bisa Saling Hancurkan di Liga Champions Asia
-
Pujian Setinggi Langit Ajax Soal Debut Maarten Paes, Dibilang Punya Peran Kunci!
-
Maarten Paes Kecewa Usai Debut Bareng Ajax Amsterdam, Ini Penyebabnya
-
Jay Idzes Bantu Sassuolo Hancurkan Tim Pelatih Legendaris Italia
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu
-
Zulhas: Anggota Dewan Hingga Menteri PAN Wajib Potong Gaji Sebulan Demi Rakyat NTT
-
Misbakhun Tegaskan SOKSI Siap Jadi Pendulang Suara Golkar di Pemilu Mendatang
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
-
Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa