-
Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa selama dua hari saat Ramadan untuk menghargai tradisi rekan setimnya.
-
Mantan rekan setim, Shaya Al-Sharhili, mengonfirmasi eksperimen adaptasi budaya yang dilakukan oleh sang megabintang.
-
Perubahan jadwal pertandingan menjadi tantangan utama bagi pemain asing di Liga Arab Saudi.
Perbedaan cara beradaptasi antara pemain lokal dan pemain mancanegara memang menjadi isu yang cukup menarik.
Pemain yang berasal dari luar Arab Saudi biasanya merasakan dampak yang jauh lebih signifikan selama Ramadan.
Hal ini berkaitan erat dengan pergeseran waktu kick-off pertandingan yang sengaja dibuat lebih larut malam.
Penyesuaian waktu istirahat menjadi kunci utama bagi para pemain agar tetap bugar saat bertanding.
Tubuh para atlet dipaksa untuk bekerja ekstra keras di tengah perubahan ritme biologis yang tidak biasa.
Kemampuan Adaptasi Fisik Atlet Profesional
Meskipun berat di awal, Shaya menekankan bahwa kondisi fisik manusia sebenarnya sangatlah fleksibel dalam menyesuaikan diri.
Diperlukan waktu beberapa hari bagi seorang atlet untuk bisa mencapai performa puncak di bawah jadwal baru.
“Setelah tujuh hari berlalu, tubuh akan mulai terbiasa dengan perbedaan tersebut dan semuanya kembali berjalan normal,” tutupnya.
Baca Juga: 35 Kata-Kata Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 2026, Penuh Doa dan Makna
Ronaldo sendiri tampaknya tidak menemui kendala besar dalam proses penyesuaian budaya dan fisik tersebut.
Kehadirannya di Timur Tengah memang membawa dampak yang melampaui sekadar urusan teknis mencetak gol di gawang lawan.
Aksi mencoba berpuasa ini menjadi bukti nyata rasa hormat Ronaldo terhadap budaya masyarakat di Arab Saudi.
Sebagai peraih lima penghargaan Ballon d’Or, ia tetap memiliki kerendahan hati untuk mempelajari nilai-nilai baru.
Sejak mendarat di Riyadh pada awal tahun 2023, ia telah menjadi simbol perubahan besar liga domestik.
Eksperimen puasa ini melengkapi perjalanan panjang kariernya yang penuh dengan catatan-catatan luar biasa di berbagai negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
-
Barcelona Dipermalukan Atletico, Hansi Flick Semprot Wasit: Buat Apa Ada VAR!
-
Keok di Menit Akhir, Rui Borges Peringatkan Arsenal: Sporting CP Siap Beri Kejutan di Emirates
-
Kalah 0-2 Tapi Kuasai Laga dengan 10 Pemain, Hansi Flick Pede Barcelona Balas Atletico di Leg Kedua
-
PSG Bungkam Liverpool 2-0, Kvaratskhelia: Kami Harusnya Bisa Bantai Mereka
-
Jadi Pahlawan Persib Lawan Semen Padang, Ramon Tanque Ungkap Makna Selebrasi Uniknya
-
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Barcelona Tumbang di Kandang, PSG Jinakkan Liverpool 2-0
-
Pundit Belanda Kritik keras Maarten Paes Usai Ajax Telan Pil Pahit Lagi
-
Raih Gelar Young Player of The Month, Muhammad Ragil Ingin Terus Belajar