-
Pep Guardiola resmi menyudahi masa bakti sepuluh tahun yang emosional bersama Manchester City.
-
Sang manajer memperingatkan skuad City agar tidak menurunkan standar juara setelah kepergiannya.
-
Manchester City juga kehilangan Bernardo Silva dan John Stones pada akhir musim ini.
Suara.com - Kepergian Pep Guardiola memicu alarm kewaspadaan tinggi bagi masa depan stabilitas prestasi Manchester City. Penguasa takhta Etihad Stadium tersebut resmi menyudahi era keemasannya lewat sebuah perpisahan yang mengharu biru.
Kekalahan tipis 2-1 dari Aston Villa pada laga pamungkas musim ini menjadi panggung terakhir sang pelatih. Tangis pria berusia 55 tahun itu pecah di hadapan publik yang telah dibawanya menuju puncak dunia.
Di hadapan sang ayah, Valenti, yang telah berusia 95 tahun, Guardiola naik ke podium lapangan untuk menyampaikan pidato restrospektif. Ia menyelipkan sebuah peringatan keras yang dibalut kelakar segar mengenai tribun stadion yang kini resmi menyandang namanya.
"Para pemain tidak mengetahuinya, tetapi saya akan berada di atas sana [di tribun yang baru berganti nama] mengendalikan mereka," selorohnya di depan suporter dikutip dari ESPN, Senin (25/5/2026).
"Para pemain memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan standar ini. Semoga mereka berjuang dan berjuang dan berjuang. Ini adalah rumah saya."
Suasana makin emosional ketika ribuan suporter menyanyikan yel-yel yang meminta sang manajer bertahan sepuluh tahun lagi. Penghormatan tersebut menjadi bukti betapa dalamnya dampak psikologis yang ditinggalkan pria asal Spanyol ini.
Bagi sang juru taktik, dedikasi penuh dari tribun penonton adalah pencapaian terbesar yang ia bawa pulang. Hubungan batin yang kuat dengan pendukung City dipastikan tidak akan pernah luntur oleh jarak.
"Ini adalah kehormatan luar biasa yang akan dimiliki keluarga saya sepanjang sisa hidup saya," ungkap Guardiola secara emosional.
"Selama tahun-tahun mendatang, di mana pun di dunia, jika Anda melihat saya di jalanan atau di sini di Stadion Etihad, jika Anda adalah penggemar City, datanglah kepada saya. Merupakan kehormatan besar untuk mewakili klub ini. Setiap keputusan yang saya ambil, saya pikir adalah yang terbaik untuk klub ini. Aku sangat mencintaimu. Ini sangat menyenangkan."
Baca Juga: Bentuk Penghargaan, Manchester City akan Buatkan Patung Khusus untuk Pep Guardiola
Pesta perpisahan ini juga menandai akhir perjalanan bagi dua pilar senior, Bernardo Silva dan John Stones. Keduanya memperoleh penghormatan guard of honour dari kedua tim saat ditarik keluar pada babak kedua.
Kehilangan tiga sosok krusial sekaligus dalam satu jendela transfer menjadi ujian taktis paling masif bagi manajemen City. Bernardo Silva secara terbuka mengakui betapa vitalnya peran Guardiola dalam membentuk mentalitas pemenang di klub.
"Pep adalah alasan kami menang begitu banyak," tutur gelandang internasional Portugal tersebut.
"Dia berada di kemudi, mengambil keputusan dan menciptakan monster tim ini yang tidak hanya sukses selama satu atau dua musim, tetapi untuk waktu yang sangat lama. Di tingkat pribadi, he's my father in football."
Sebagai latar belakang, Pep Guardiola menyudahi masa bakti satu dekade penuh gelimang trofi di Manchester. Selama periode sepuluh tahun tersebut, ia mempersembahkan enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.
Revolusi taktik yang ia bawa tidak hanya mengubah wajah Manchester City, melainkan juga peta persaingan sepak bola modern. Kini, publik sepak bola dunia menanti apakah dinasti yang ia bangun mampu bertahan tanpa kehadiran sang arsitek utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Anggaran Gaji Casemiro di Manchester United Dialihkan untuk Rekrut Ederson dan Sandro Tonali
-
Jay Idzes Cedera Lagi Saat Sassuolo Tumbang Lawan Parma, Terancam Absen Bela Timnas Indonesia
-
West Ham Turun Kasta setelah 14 Tahun Bertahan di Liga Inggris, Nuno Espirito Santo Minta Maaf
-
Arsenal Jadi Klub Pertama Liga Inggris Tanpa Kartu Merah dan Penalti
-
Rizky Ridho Peluang ke Klub Serie A Liga Italia Como 1907?
-
Maarten Paes Menggila! Jadi Pahlawan Ajax Dapat Tiket Kualifikasi Liga Konferensi Eropa
-
Selamat dari Degradasi, Roberto De Zerbi Minta Tottenham Datangkan Pemain Top
-
Tak Diperpanjang Klub, Bruno Paraiba Resmi Tinggalkan Persebaya Surabaya
-
Jan Olde Riekerink Tetap Bangga Meski Dewa United Gagal Ulangi Prestasi Musim Lalu
-
Persis Solo Degradasi, Direktur Klub Minta Maaf kepada Suporter