-
Maarten Paes menjalani debut resmi bersama Ajax dengan hasil imbang 1-1 lawan NEC.
-
Kiper Timnas Indonesia ini mengkritik kegagalan tim memenangkan laga kandang di Johan Cruijff Arena.
-
Paes menyoroti lemahnya pertahanan Ajax dalam mengantisipasi skema bola mati lawan yang berbuah gol.
Suara.com - Laga emosional baru saja dilewati oleh penjaga gawang utama Timnas Indonesia dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Belanda.
Maarten Paes merasa sangat tidak puas setelah tim yang dibelanya gagal meraup poin penuh di markas sendiri.
Pertandingan sengit antara Ajax melawan NEC Nijmegen yang digelar di Johan Cruijff Arena berakhir tanpa pemenang.
Skor akhir 1-1 menjadi hasil yang harus diterima kedua tim setelah berduel selama sembilan puluh menit.
Publik tuan rumah sebenarnya sangat berharap Ajax bisa menunjukkan dominasi total pada laga akhir pekan tersebut.
Status sebagai tim besar membuat ekspektasi terhadap performa Ajax selalu berada pada level yang sangat tinggi.
Maarten Paes secara terbuka menyuarakan standar tinggi yang seharusnya dijunjung oleh setiap pemain di dalam tim.
“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” kata Paes seperti dikutip dari laman resmi Ajax.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa ambisius sang kiper dalam menjaga martabat klub barunya di depan pendukung sendiri.
Baca Juga: Last Man Standing, 2 Penggawa Timnas Indonesia Bisa Saling Hancurkan di Liga Champions Asia
Meski secara statistik Ajax diunggulkan, namun kenyataan di lapangan memberikan tantangan yang jauh lebih berat.
Jalannya Pertandingan di Johan Cruijff Arena
Dominasi tuan rumah sebenarnya sudah mulai terlihat sejak babak pertama bergulir dengan intensitas serangan yang tinggi.
Mika Godts berhasil memecah kebuntuan dan membawa Ajax unggul lebih dulu lewat golnya pada menit ke-39.
Sorak sorai pendukung memenuhi stadion seiring keunggulan tipis yang bertahan hingga waktu istirahat tiba.
Namun konsentrasi lini pertahanan Ajax tampak mengalami penurunan drastis saat memasuki interval babak kedua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
-
Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia
-
Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi