-
Maarten Paes menjalani debut resmi bersama Ajax dengan hasil imbang 1-1 lawan NEC.
-
Kiper Timnas Indonesia ini mengkritik kegagalan tim memenangkan laga kandang di Johan Cruijff Arena.
-
Paes menyoroti lemahnya pertahanan Ajax dalam mengantisipasi skema bola mati lawan yang berbuah gol.
NEC Nijmegen berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Darko Nemasjic tepat pada menit ke-57 jalannya laga.
Pertandingan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Maarten Paes karena menandai debut resminya di Eredivisie bersama Ajax.
Kiper berusia 26 tahun tersebut dipercaya tampil sejak menit awal guna mengawal gawang tim raksasa Belanda itu.
Walau gagal mencatat clean sheet, performa Paes mendapatkan apresiasi karena beberapa kali melakukan penyelamatan yang sangat krusial.
Paes tetap bersikap rendah hati dan mengakui bahwa masih ada detail kecil dalam permainannya yang butuh perbaikan.
“Secara pribadi pertandingan saya berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil, tetapi saya berusaha tetap tenang meski langsung dihadapkan pada situasi yang tidak mudah,” kata Paes.
Alasan Penunjukan Paes Sebagai Starter
Kesempatan emas bagi pemain naturalisasi Indonesia ini muncul akibat absennya penjaga gawang utama mereka.
Vitezslav Jaros yang selama ini menjadi pilihan pertama harus menepi dari lapangan hijau akibat mengalami cedera.
Baca Juga: Last Man Standing, 2 Penggawa Timnas Indonesia Bisa Saling Hancurkan di Liga Champions Asia
Pelatih Ajax memberikan kepercayaan penuh kepada Paes setelah melihat kesiapannya dalam sesi latihan rutin tim.
“Pelatih hanya bertanya apakah saya siap. Sejak saya datang, komunikasi kami berjalan dengan baik,” sambungnya.
Paes merasa komunikasi yang lancar dengan staf pelatih memudahkannya dalam beradaptasi di lingkungan baru yang kompetitif.
Fokus utama yang menjadi bahan evaluasi besar bagi skuad Ajax adalah koordinasi pertahanan dalam situasi tertentu.
Gol balasan dari NEC Nijmegen berawal dari skema bola mati yang tidak mampu dibersihkan dengan sempurna oleh bek.
Paes menekankan bahwa timnya tidak boleh lagi lengah saat lawan mendapatkan peluang dari tendangan sudut atau bebas.
“Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus lebih tegas dan lebih kuat dalam momen seperti itu,” jelas kiper Timnas Indonesia tersebut.
Ketegasan di area kotak penalti dianggap menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan mendatang.
Posisi Klasemen Pasca Hasil Imbang
Satu poin yang didapat kedua tim membuat persaingan di papan atas klasemen sementara tidak mengalami pergeseran signifikan.
Ajax saat ini masih tertahan di peringkat keempat klasemen dengan total perolehan sebanyak 43 poin.
Pencapaian poin tersebut sama persis dengan koleksi NEC Nijmegen yang berada satu tingkat di atas mereka.
Meski memiliki poin identik, NEC berhak menduduki posisi ketiga karena faktor keunggulan dalam produktivitas atau selisih gol.
Kini Maarten Paes dan kolega harus segera bersiap untuk menatap laga selanjutnya demi mengejar ketertinggalan posisi di liga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Ruben Amorim Ungkap Momen Penyesalan di Manchester United, Kini Siap Move On Bareng AC Milan
-
Suksesor Cristiano Ronaldo Merapat ke London, Geovany Quenda Resmi Diboyong Chelsea
-
Manchester United Rekrut Andrey Santos dari Chelsea, Rogoh Kocek Rp1,05 Triliun!
-
Legenda Barcelona Rafael Marquez Jadi Pelatih Timnas Meksiko
-
Didier Deschamps Belum Puas Meski Prancis Cetak 14 Gol, Minta Les Bleus Lebih Kejam Lawan Maroko
-
FIFA Selidiki Dugaan Rasial Terhadap IShowSpeed di Piala Dunia 2026, Laga Argentina Jadi Sorotan
-
Persija Tawar Kontrak Fantastis Eks Bek Liga Champions Radovan Pankov, Klub Polandia Tak Berkutik
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA